Bab I
Pendahuluan
1.
Latar
Belakang
Pendidikan yang sedang dikembangkan, tidak
hanya menyangkut soalkemajuan kognitif, tetapi yang tidak kalah pentingnya
adalah membina dan mengembangkan akses pendidikan. Serta meningkatkan kualitas
ouput pendidikan dan bisa bersaing pada tataran yang lebih global
Pengembangan kurikulum pendidikan yang selalu
konseptual dan inovatif pada gilirannya dapat menjadi upaya bagi
lembaga-lembaga penyelenggara pendidikan dalam menyiapkan generasi bangsa yang
benar-benar berkualitas dan dapat di pertanggungjawabkan.
Pembangunan system pendidikan nasional
merupakan satu kesatuan seluruh kom[onen pendidikan yang saling terkait dan
terpadu. Serta bertujuan untuk mewujudukan masyarakat Indonesia yang
berkualitas, terampil, cerdas, maju, mandiri dan modern.
Pendidikan adalah usaha sadar dan sistematis
yang dilakukan tidak hanya untuk memanusiakan manusia tetapi juga agar manusia
mennyadari posisinya sebagai khalifatullah
fil ardhi, yang padan gilirannya akan semakin meningkatkan dirinya untuk
menjadi manusia yang bertakwa beriman, berilmu, dan beramal saleh
2.
Rumusan masalah
1. Filosofi apa yang dipakai didalam
system pendidikan Indonesia?
2. Bagaimana sejarah pendidikan di
Indonesia?
3. Apakah tujuan pendidikan dan
Unsur-unsur pendidikan Indonesia?
4. Apa hubungan bagian dari tiap-tiap
cabang Ilmu pendidikan?
5. Karakteristik system pendidikan
Nasional?
6. Apakah permasalahan pendidikan
Indonesia?
3.
Tujuan
1.
Mengetahui
filosofi apa yang dipakai didalam system pendidikan Indonesia
2.
Mengetahui
sejarah pendidikan di Indonesia
3. Mengetahui tujuan pendidikandan
Unsur-unsur pendidikan Indonesia
4. Mengtahui hubungan bagian dari tiap-tiap
cabang Ilmu pendidikan
5. Mengetahui Karakteristik system
pendidikan Nasional
6. Mengetahui permasalahan pendidikan
Indonesia
1. Filosofi
apa yang dipakai didalam system pendidikan Indonesia?
a. Definisi Filsafat
Filsafat berasal dari bahasa Yunani,
taitu filare yang artinya cinta dan Sophia yang artinya
kebijaksanaan atau kebenaran. Jadi, filsafat artinya cinta akan kebijaksanaan
atau kebenaran.
Filsafat berarti pula pendirian
hidup atau pandangan hidup.Secara ilmiah definisi filsafat yaitu usaha
berpikir radikal dan hasil yang diperoleh dari menggambarkan dan menyatakan
suatu pandangan yang menyeluruh secara sistematis tentang alam semesta serta
tempat dilahirkannya manusia.
Filsafat mencakup keseluruhan
pengetahuan manusia, filsafat merupakan sumber ide paling dalam bagi segala
macam ilmu pengetahuan, sehingga filsafat disebut juga induk pengetahuan.
Berfilsafat adalah berpikir, tapi
tidak semua berpikir dikatakan berfilsafat, berpikir yang berfilsafat
mengandung tiga cirri, yaitu :
Radikal
: berpkir sampai keakar akarnya.
Sistematis
: berpikir logis setahap demi setahap dengan penuh kesadaran dengan urutan
yang bertanggungjawab dan
saling berhubungan secara teratur.
Universal
: berpikir menyeluruh.
Filsafat mempunyai bagian-bagian yang
saling berhubungan, yaitu :
Metafisika
: mempelajari hakekat realita, perkembangan kosmos, alam semesta,
hakekat dunia, hakekat manusia termasuk hakekat anak.
Epistemologi
: Mempelajari asal-usul, susunan, metode serta keabsahan pengetahuan
Aksiologi
: mempelajari masalah nilai
Karakteristik filsafat adalah sebagai
berikut :
-
Menggunakan
rasio dengan kualitas tinggi
-
Cara
berfikir radikal, tunas sampai ke akar persoalan
-
Induk dari segala ilmu
-
Membuahkan kearifan
-
Menuntut
kejelasan dan sistematika berpikir
-
Nilai atau norma merupakan salah satu objek
studi filsafat-
-
Spekulasi atau perenungan merupakan salah satu cara esensial dari filsafat
-
Menuntut kegiatan merangkum, membuat garis
besar dari permasalahan.
2. Fungsi
Filsafat
Acuan pokok fungsi filsafat antara
lain :
a. Untuk berfikir secara radikal,
sistematis, dan menyeluruh tentang segala sesuatu
b. Membuahkan kejelasan
dan pandangan yang menyeluruh tentang masalah yang ditelaahnya.
c. Membuahkan kembali cinta akan
kearifan
d. Menghasilkan suatu
pandangan sinopsis
B. Filsafat
Pendidikan
1. Definisi
Filsafat Pendidikan
Filsafat pendidikan adalah filsafat
yang diaplikasikan di bidang pendidikan untuk menelaah masalah-masalah
pendidikan.
2. Fungsi
Filsafat Pendidikan
Fungsi Filsafat Pendidikan adalah melaksanakan
studi tentang masalah-masalah pendidikan. Filsafat pendidikan memfokuskan
pada tiga masalah pokok pendidikan, yaitu sebagai berikut :
a.
Apakah pendidikan itu ?
b.
Mengapa manunsia membutuhkan pendidikan dan apa tujuan dari pendidikan ?
c.
Dengan cara bagaimana tujuan pendidikan dapat dicapai ?
3. Kebutuhan
Akan Filsafat Pendidikan
Melalui pengetahuan filsafat
pendidikan para ahli teori pendidikan dapat menyaring apa yang cocok baginya,
para ilmuwan pendidikan dapat mengadakan observasi, eksperimen dan demonstrasi
pendidikan yang dibutuhkan, sedangkan para pendidik dapat melaksanakan pilihan
yang cocok dalam mendidik.
4. Tujuan
Filsafat Pendidikan
Tujuan Filsafat Pendidikan sebagaimana
dikemukanan oleh Edward J. Power dalam J.M. Daniel (1985) dapat dicirikan
sebagai berikut :
a. Inspirational,
yaitu memberikan ilham pada ilmuwan dan pelaksana pendidikan tentang
model-model pendidikan tertentu.
b. Analytical,mengacu
pda tugas filsafat pendidikan untuk menemukan dan menafsirkan makna dalam
bahasa dan praktek pendidikan.
c. Prescriptif,
memberikan panduan yang jelas dan tepat bagi praktek pendidikan dengan
suatu komitmen tentang implementasinya.
5. Pancasila
Sebagai Landasan Filosofis Pendidikan di Indonesia
Pancasila sebagai pedoman
penyelenggaraan pendidikan di Indonesia ditegaskan dalam TAP MPR RI No.
11/MPR/1988 bahwa dasar pendidikan adalah Pancasila.juga ditegaskan dalam UUSPN
No.2 Tahun 1989, bahwa pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan UUD
1945.Pendidikan yang diselenggarakan atas dasr falsafah hidup bangsa dikenal
sebagai pendidikan nasional.
2. Bagaimana sejarah pendidikan di Indonesia?
Sejarah
pendidikan di Indonesia.
Dalam masyarakat Indonesia sebelum masuk kebudayaan Hindu, pendidikan diberikan
langsung oleh orang tua atau orang tua-orang tua dari masyarakat setempat
mengenai kehidupan spiritual moralnya dan cara hidup untuk memenuhi
perekonomian mereka. Masuknya dan meluasnya kebudayaan asing yang dibawa ke
Indonesia telah diserap oleh Bangsa Indonesia melalui masyarakat
pendidikannya.Lembaga Pendidikan
itu telah menyampaikan kebudayaan tertulis dan banyak unsur-unsur kebudayaan
lainnya.
Sejarah pendidikan di Indonesia
dimulai pada zaman berkembangnya satu agama di Indonesia.
Kerajaan-kerajaan Hindu di Pulau Jawa, Bali dan Sumatera yang mulai pada
abad ke-4 sesudah masehi itulah tempat mula-mula ada pendidikan yang terdapat
di daerah-daerah itu. Dapat dikatakan, bahwa lembaga-lembaga pendidikan
dilahirkan oleh lembaga-lembaga agama dan mata pelajaran yang tertua
adalah pelajaran tentang agama. Tanda-tanda mengenai adanya kebudayaan dan
peradaban Hindu tertua ditemukan pada abad ke-5 di daerah Kutai (Kalimantan).Namun
demikian gambaran tentang pendidikan dan ilmu pengetahuan di Indonesia
didapatkan dari sumber-sumber Cina kurang lebih satu abad kemudian.
Sejarah pendidikan di Indonesia. Dalam masyarakat Indonesia sebelum
masuk kebudayaan Hindu, pendidikan diberikan langsung oleh orang tua atau orang
tua-orang tua dari masyarakat setempat mengenai kehidupan spiritual moralnya
dan cara hidup untuk memenuhi perekonomian mereka. Masuknya dan meluasnya
kebudayaan asing yang dibawa ke Indonesia telah diserap oleh Bangsa Indonesia
melalui masyarakat pendidikannya.Lembaga Pendidikan itu telah
menyampaikan kebudayaan tertulis dan banyak unsur-unsur kebudayaan lainnya.
Sejarah pendidikan di Indonesia
dimulai pada zaman berkembangnya satu agama di Indonesia. Kerajaan-kerajaan
Hindu di Pulau Jawa, Bali dan Sumatera yang mulai pada abad ke-4 sesudah masehi
itulah tempat mula-mula ada pendidikan yang terdapat di daerah-daerah itu.
Dapat dikatakan, bahwa lembaga-lembaga pendidikan dilahirkan oleh
lembaga-lembaga agama dan mata pelajaran yang tertua adalah pelajaran
tentang agama. Tanda-tanda mengenai adanya kebudayaan dan peradaban Hindu
tertua ditemukan pada abad ke-5 di daerah Kutai (Kalimantan).Namun demikian
gambaran tentang pendidikan dan ilmu pengetahuan di Indonesia didapatkan dari
sumber-sumber Cina kurang lebih satu abad kemudian.
Ada 2 macam sistem pendidikan dan pengajaran
Islam di Indonesia :
Pendidikan di Langgar
Di setiap desa di Pulau Jawa terdapat
tempat beribadah dimana umat Islam dapat melakukan ibadanya sesuai dengan
perintah agamanya.Tempat tersebut dikelola oleh seorang petugas yang disebut
amil, modin atau lebai (di Sumatera).Petugas tersebut berfungsi ganda,
disamping memberikan do’a pada waktu ada upacara keluarga atau desa, dapat pula
berfungsi sebagai guru agama.
Pendidikan di Pesantren
Dimana murid-muridnya yang belajar
diasramakan yang dinamakan pondok-pondok tersebut dibiayai oleh guru yang
bersangkutan ataupun atas biaya bersama dari masyarakat pemeluk agama
Islam.Para santri belajar pada bilik-bilik terpisah tetapi sebagian besar
waktunya digunakan untuk keluar ruangan baik untuk membersihkan ruangan maupun
bercocok tanam.
Pendidikan Pada Abad Ke Dua Puluh
Jaman Pemerintahan Hindia Belanda dan Pendudukan.Di kalangan orang-orang
Belanda timbul aliran-aliran untuk memberikan kepada pendudukan asli bagian
dari keuntungan yang diperoleh orang Eropa (Belanda) selama mereka menguasai
Indonesia.Aliran ini mempunyai pendapat bahwa kepada orang-orang Bumiputera
harus diperkenalkan kebudayaan dan pengetahuan barat yang telah menjadikan
Belanda bangsa yang besar.Aliran atau paham ini dikenal sebagai Politik Etis
(Etische Politiek).Gagasan tersebut dicetuskan semula olah Van Deventer pada
tahun 1899 dengan mottonya “Hutang Kehormatan” (de Eereschuld). Politik etis
ini diarahkan untuk kepentingan penduduk Bumiputera dengan cara memajukan
penduduk asli secepat-cepatnya melalui pendidikan secara Barat.
Dalam dua dasawarsa semenjak tahun
1900 pemerintah Hindia Belanda banyak mendirikan sekolah-sekolah berorientasi
Barat.Berbeda dengan Snouck Hurgronje yang mendukung pemberian pendidikan
kepada golongan aristokrat Bumiputera, maka Van Deventer menganjurkan
pemberian pendidikan Barat kepada orang-orang golongan bawah.Tokoh ini tidak
secara tegas menyatakan bahwa orang dari golongan rakyat biasa yang harus
didahulukan tetapi menganjurkan supaya rakyat biasa tidak terabaikan.Oleh
karena itu banyak didirikan sekolah-sekolah desa yang berbahasa pengantar
bahasa daerah, disamping sekolah-sekolah yang berorientasi dan berbahasa
pengantar bahasa Belanda. Yang menjadi landasan dari langkah-langkah dalam
pendidikan di Hindia Belanda, maka pemerintah mendasarkan kebijaksanaannya pada
pokok-pokok pikiran sebagai berikut :
·
Pendidikan
dan pengetahuan barat diterapkan sebanyak mungkin bagi golongan penduduk
Bumiputera untuk itu bahasa Belanda diharapkan dapat menjadi bahasa pengantar
di sekolah-sekolah
·
Pemberian
pendidikan rendah bagi golongan Bumiputera disesuaikan dengan kebutuhan mereka
Atas dasar itu maka corak dan sistem
pendidikan dan persekolahan di Hindia Belanda pada abad ke-20 dapat ditempuh
melalui 2 jalur tersebut. Di satu pihak melalui jalur pertama diharapkan dapat
terpenuhi kebutuhan akan unsur-unsur dari lapisan atas serta tenaga didik
bermutu tinggi bagi keperluan industri dan ekonomi dan di lain pihak terpenuhi
kebutuhan tenaga menengah dan rendah yang berpendidikan.
Tujuan pendidikan selama periode
kolonial tidak pernah dinyatakan secara tegas. Tujuan pendidikan antara lain
adalah untuk memenuhi keperluan tenaga buruh untuk kepentingan kaum modal
Belanda. Dengan demikian penduduk setempat dididik untuk menjadi buruh-buruh
tingkat rendahan (buruh kasar).Ada juga sebagian yang dilatih dan dididik untuk
menjadi tenaga administrasi, tenaga teknik, tenaga pertanian dan lain-lainnya
yang diangkat sebagai pekerja-pekerja kelas dua atau tiga.Secara singkat tujuan
pendidikan ialah untuk memperoleh tenaga-tenaga kerja yang murah. Suatu fakta
menurut hasil Komisi Pendidikan Indonesia Belanda yang dibentuk pada tahun 1928
– 1929 menunjukkan bahwa 2 % dari orang-orang Indonesia yang mendapat
pendidikan barat berdiri sendiri dan lebih dari 83% menjadi pekerja
bayaran serta selebihnya menganggur. Diantara yang 83% itu 45% bekerja sebagai
pegawai negeri. Pada umumnya gaji pegawai negeri dan pekerja adalah jauh lebih
rendah dibandingkan dengan gaji-gaji Barat mengenai pekerjaan yang sama.
Indonesia pernah mengalami masa
penjajahan, baik yang pada masa penjajan Belanda maupun masa penjajahan
Jepang.Sehingga, tidak mengherankan apabila pengaruhnya sangat kuat dalam
segala bidang, baik di bidang politik, ekonomi, maupun militer.
Masa penjajahan ini juga berpengaruh
sangat kuat terhadap sejarah pendidikan di Indonesia.Secara garis besar,
sejarah pendidikan di Indonesia terbagi atas sistem pendidikan masa pra
kemerdekaan, masa kemerdekaan, dan masa pemerintahan Republik Indonesia.
I. Sistem pendidikan pra kemerdekaan
1. Masa Pemerintahan Belanda
Pada masa ini, pendidikan terbagi
menjadi dua, yaitu: pendidikan rendah, pendidikan menengah, pendidikan
kejuruan, dan pendidikan tinggi. Tujuan pendidikan pada masa penjajahan Belanda
lebih dititikberatkan kepada memenuhi kebutuhan pemerintah Belanda, yaitu
tersedianya tenaga kerja murah untuk hegemoni penjajah dan untuk
menyebarluaskan kebudayaan Barat.
2. Masa Pemerintahan Jepang
Pada masa pendudukan Jepang, sistem
pendidikan di Indonesia banyak mengalami perubahan.Beberapa sekolah
diintegrasikan karena dihapuskannya system pendiikan berdasarkan bangsa maupun
berdasarkan strata sosial tertentu.
Bahasa pengantar di semua sekolah
menggunakan Bahasa Indonesia.Tujuan pendidikan lebih ditekankan kepada
dihasilkannya tenaga buruh kasar secara gratis (cuma-cuma) dan
praajurit-prajurit untuk keperluan peperangan Jepang.
2. Sistem Pendidikan Masa Kemerdekaan
Pada masa kemerdekaan, tujuan
pendidikan adalah untuk mendidik menjadi warga negara yang sejati, bersedia
menyumbangkan tenaga dan pikiran untuk negara dan masyarakat.
1. Periode 1945 – 1950
·
Pendidikan
rendah (SR) selama enam tahun
·
Pendidikan
menengah umum terdiri atas Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah
Atas (SMA) lamanya masing-masing tiga tahun,
·
Pendidikan
Kejuruan. Kejuruan Tingkat Pertama terdiri atas; Sekolah Menengah Ekonomi
Pertama (SMEP), Sekolah Teknik (ST), Sekolah Teknik Pertama (STP), Sekolah
Kepandaian Pertama (SKP), Sekolah Guru B (SGB), Sekolah Guru Darurat untuk
Kewajiban Belajar (KPKPKB). Sementara Kejuruan Tingkat Menengah terdiri atas;
Sekolah Teknik Menengah (STM), Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA), Sekolah
Pendidikan Masyarakat (SPM), Sekolah Menengah Kehakiman Atas (SMKA), Sekolah
Guru A (SGA), Sekolah Guru Taman Kanak-Kanak (SGTK), Sekolah Guru Kepandaian
Puteri (SGKP), Sekolah Guru Pendidikan Jasmani (SGPD).
·
Perguruan
Tinggi. Perguruan Tinggi terdiri atas universitas, Konservatori/Karawitan,
Kursus B-1, dan ASRI.
2. Periode 1950 -1975
·
Pendidikan
pra sekolah dan pendidikan dasar. Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD)
·
Pendidikan
Menengah Umum. Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA)
·
Pendidikan
Kejuruan. Tingkat pertama; SMEP, SKP, ST, SGB, KPKPKB, dan tingkat menengah;
SMEA, SGA, SKMA, SGKP, SPMA, SPM, STM, dan SPIK.
·
Pendidikan
Tinggi. Universitas, Institut Teknologi, Institut Pertanian, Institut Keguruan,
Sekolah Tinggi, dan Akademi.
3. Periode 1978 – sekarang
·
Pendidikan
pra sekolah (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
·
Pendidikan
dasar.
·
Sekolah
Menengah umum, SMP (SLTP), dan SMA (SLTA/SMU)
·
Pendidikan
Menengah Kejuruan. Tingkat Pertama; ST.SKKP. Tingkat Atas terdiri atas; Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK)
·
Pendidikan
Tinggi. Universitas, Institut, Sekolah Tinggi, Akademi, Diploma, dan Politeknik
3.
Apakah
tujuan pendidikan dan Unsur-unsur pendidikan Indonesia?
A.
Pengertian pendidikan
Dalam kamus
bahasa Indonesia kata pendidikan adalah kata gabungan yang berasal dari kata didik
dengan mendapat awalan pen- dan akhiran –an yang berarti pengubahan sikap dan
tingkah laku seseorang atau kelompok dalam usaha mendewasakan manusia.
Dalam ensiklopedi Indonesia dinyatakan bahwa pendidikan adalah proses
membimbing manusia dari kebodohan menuju kecerahan pengetahuan. Proses tersebut
dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu dengan paksaan, latihan untuk
membentuk kebiasaan, dan latihan untuk membentuk kata hati.
Dari pengertian lughawi di atas dapat kita simpulkan bahwa pendidikan itu
merupakan proses mengubah keadaan anak didik dengan berbagai cara untuk
mempersiapkan masa depan yang baik dan layak baginya.
Marimba, seorang pakar filasafat pendidikan merumuskan bahwa pendidikan adalah
bimbingan atau tuntutan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan
jasmani dan rohani anak didik menuju terbentuknya kepribadian utama.
Pengertian pendidikan dapat dikelompokkan menjadi 2 kategori yaitu, pendidikan
dalam arti luas dan pendidikan dalam arti sempit. Terlepas dari pengertian
sempit dan luas, yang jelas pendidikan merupakan suatu proses interaksi yang
terjadi antara seseorang denga lingkungan sekitarnya. Dalam proses pendidikan
tersebut ada beberapa masalah pokok atau unsur utama yang harus ada, yaitu anak
didik, pendidik, tujuan pendidikan, materi pendidikan, dan cara atau metode
pendidikan.
Di samping adanya unsur pokok dalam pendidikan tersebut, para ahli juga
membahas tentang kerangka dasar pendidikan, seperti prinsip tauhid, prinsip
belajar sepanjang hayat, dan evektivitas pendidikan.Selain itu mereka juga
membahas tentang ruang lingkup pendidikan, seperti aspek pendidikan akidah,
pendidikan akal, pendidikan akhlak, dan pendidikan jasmani.
B. Unsur-unsur
pendidikan
Unsur-unsur pendidikan melibatkan banyak hal yaitu:
1. Subjek yang dibimbing (peserta didik)
Peserta didik ini mempunyai status sebagai subjek, yaitu yang diberikan
pendidikan. Pandangan modern cenderung menyebutkan demikian oleh karena peserta
didik adalah subjek atau pribadi yang otonom, yang ingin diakui keberadaannya.
Ciri-ciri peserta didik yang harus dipahami oleh pendidik adalah:
a. Individu yang memiliki potensi fisik dan psikis yang khas, sehingga
merupakan insan yang unik
b. Individu yang sedang berkembang
c. Individu yang membutuhkan bimbingan individual dan perlakuan manusiawi
d. Individu yang mempunyai kemampuan untuk mandiri
2. Orang yang membimbing (pendidik)
Yang dimaksud pendidik adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan
pendidikan dengan sasaran peserta didik. Peserta didik mengalami pendidikannya
dalam tiga lingkungan yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan
lingkungan masyarakat.Oleh karena itu yang bertanggung jawab atas pendidikan
adalah orang tua, guru, pemimpin program pembelajaran dan latihan, dan
masyarakat.
3. Interaksi antara peserta didik dengan
pendidik (interaksi eduktif)
Interaksi eduktif pada dasarnya adalah komunikasi timbal balik antara peserta
didik dengan pendidik yang terarah kepada tujuan pendidikan. Pencapaian tujuan
pendidikan secara optimal ditempuh melalui proses berkomunikasi intensif dengan
manipulasi, isi, metode, serta alat-alat pendidikan.
4. Ke arah mana bimbingan ditujukan
(tujuan pendidikan)
5. Pengaruh yang diberikan dalam bimbingan (materi pendidikan)
6. Cara yang digunakan dalam bimbingan (alat dan metode pendidikan)
Alat dan metode di sini diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan ataupun
diadakan dengan sengaja untuk mencapai tujuan pendidikan. Secara khusus, alat
itu untuk melihat jenisnya, sedangkan metode melihat efisiensi dan
efektifitasnya.
7. Tempat di mana peristiwa bimbingan
berlangsung (lingkungan pendidikan)
C. Fungsi Pendidikan
1. Pendidikan Sebagai Sistem
Pendidikan merupakan kegiatan yang kompleks, dan meliputi berbagai komponen
yang berkaitan erat satu sama lain. Oleh sebab itu, apabila garapan pendidikan
ingin dilaksanakan secara terencana dan teratur, maka berbagai faktor yang
terlibat dalam pendidikan.Faktor tersebut meliputi tri pusat pendidikan, yaitu
keluarga, Sekolah, dan masyarakat.Keluarga merupakan bagian dari jalur
pendidikan luar sekolah yang di dalamnya menyelenggarakan dan memberikan
keyakinan agama, nilai budaya, nilai moral, dan keterampilan. Begitu juga
dengan sekolah, di sana peserta didik mendapatkan kurikulum-kurikulum belajar
yang distandarkan dengan tingkatan mereka. Begitu juga dengan masyarakat yang
selalu mempengaruhi proses perkembangan akhlak peserta didik. Oleh karena itu
agar peserta didik mencapai tujuan pendidikan maka ketiga pusat pendidikan
tersebut harus dimenej dengan baik oleh pendidik.
4. Apa hubungan
bagian dari tiap-tiap cabang Ilmu pendidikan?
Pendidikan
mempunyai 4aplikasi ilmu yaitu: ilmu pendidikan teoritis, pendidikan sebagai
disiplin Ilmu, pendidikan sebagai Disiplin Ilmu, Ilmu pendidikan Lintas Bidang,
Ilmu pendidikan Praktis.
1.
Ilmu
pendidikan teoritis
Mengapa
disebut pendidikan teoritis?mendidik teoritis para cerdik pandai mengatur dan
mensistemkan di dalam swapikirnya masalah yang tersusun sebagai pola pemikiran
pendidikan. Jadi dari praktik-praktik pendidikan disusun pemikiran-pemikiran
secara teoritis.Pemikiran-pemikiran teoritis inilah yang disusun dalam satu
system pendidikan yang biasa disebut Ilmu Mendidik Teoritis. Pendidikan
teoritis mencakup:
·
Filsafat pendidikan, teori paedgogi dan andragogy
Filsafat
pendidikan, adalah upaya mengembangkan potensi-potensi
manusiawi peserta didik baik potensi fisik potensi cipta, rasa, maupun
karsanya, agar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam perjalanan
hidupnya. Dasar pendidikan adalah cita-cita kemanusiaan universal. Pendidikan
bertujuan menyiapkan pribadi dalam keseimbangan, kesatuan. organis, harmonis,
dinamis. guna mencapai tujuan hidup kemanusiaan. Filsafat pendidikan adalah
filsafat yang digunakan dalam studi mengenai masalah-masalah pendidikan. Pedagogik merupakan ilmu yang membahas pendidikan, yaitu ilmu pendidikan
anak. Pedagogik sebagai ilmu sangat di butuhkan oleh guru khususnya guru taman
kanak-kanak dan guru sekolah dasar karena mereka akan berhadapan dengan anak
yang belum dewasa. Tugas guru bukan hanya mengajar untuk menyampaikan, atau
mentransformasikan pengetahuan kepada para anak di sekolah, melainkan guru
mengemban tugas untuk mengembangkan kepribadian anak didiknya secara terpadu.
Guru mengembangkan sikap mental anak, mengembangkan hati nurani atau kata hati
anak, sehingga ia (anak) akan sensitif terhadap masalah-masalah kemanusiaan,
harkat derajat manusia, dan menghargai ssesama manusia. Begitu juga guru harus
mengembangkan keterampilan anak, keterampilan hidup di masyarakat sehingga ia
mampu untuk menghadapi segala permasalahan hidupnya.Andragogi merupakan istilah istilah baru yang popular
saat ini adalah teori belajar yang cocok dan tepat untuk orang dewasa.Istilah
andragogi pertama kali dikenal melalui karya seorang ahli pendidikan Yugoslavia
yang berjudul Adult Leadership (1968),
yang artinya memimpin orang dewasa. Kemudian Malcom S. Knowles, dengan
publikasinya yang berjudul Adult Learner:
A Neglected Species.
Andragogi berasal dari bahasa
Yunani, aner atau andr, yang berarti orang dewasa agogos, yang berarti
mengarahkan/memimpin.Andragogi dirumuskan dalam suatu ilmu dan seni untuk
membantu orang dewasa belajar.
·
Teori pengajar, kurikulum, evaluasi pendidikan
sebagai suatu konsep, mengajar memerlukan
analisis, yang harus menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan teori-teori
mengajar. Mengajar meliputi banyak jenis proses, perilaku, aktivitas, dan
sebagainya. Oleh karena itu, konsep mengajar harus dianalisis untuk
mewujudkan proses-proses atau unsure-unsur yang dapat mnjadi dasar teori yang
sebenarnya. Analisis mengajar terbagi atas dua yakni :
Ø Analisis
Menurut bentuk kegiatan Guru
Mengajar dapat dianalisis
menurut bentuk-bentuk kegiatan guru karena guru terlibat dalam bermacam-macam
kegiatan.Kegiatan guru meliputi kegiatan memberikan bimbingan, melakukan
pencatatan, menjaga ketertiban dsb.
Ø Analisis menurut
bentuk tujuan pendidikan
Tujuan pendidikan
biasanya dibagi dalam tiga ranah (domain), yaitu ranah kognitif, ranah afektif
dan ranah psikomotoris.
Ø Prinsip-prinsip
mengajar
1.Prinsip Efisiensi dan Efektifitas
Prinsip efisiensi
dan efektifitas maksudnya adalah bagaimana guru menyajikan pelajaran tepat
waktu, cermat, dan optimal.Alokasi waktu yang telah dirancang tidak sia-sia
begitu saja, seperti terlalu banyak bergurau, memberi nasehat, dan
sebagainya.Jadi semua aspek pengajaran (guru dan peserta didik) menyadari bahwa
pengajaran yang ada dalam kurikulum mempunyai manfaat bagi siswa pada
masa mendatang.
·
Administrasi, teori psikologi, bimbingan dan konseling
pendidikan
Dari
pngertian pendidikan yang sangat luas yaitu bimbingan menuju kedewasaan sampai
pengertian pendidikan yang menyempit hanya pada proses belajar mengajar di sekolah
memiliki implikasi yang luas yang mencengkram dalam pemikiran-pemikiran
pendidikan, sehingga kedewasaan dapat di artikan sebagai pengembangan
pengetahuan, keterampilan dan sikap seorang individu. Dari hal tersebut,
administrasi pendidikan memposisikan manusia dalam puncak, sehingga menjadi
factor menentukan. Sejarah mausia dalam berorganisasi menunjukkan bahwa tidak
adanya peran manusia akan menghancurkan system administrasi. Manusialah membuat
system kebijakan, menata, mengkoordinasikan dan menilai segala aktifitas
pendidikan.Pada dasarnya administrasi pendidikan merupakan penerapan pengertian
administrasi dalam arti luas pada bidang pendidikan. Atau dengan kata lainadministrasi
pendidikan merupakan upaya menerapkan kaidah-kaidah administrasi dalam bidang
pendidikan. Pendidikan yang bermutu tidak cukup hanya dilakukan melalui
transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi harus didukung oleh
peningkatan profesionalitas dan teknologi tetapi harus didukung oleh
peningkatan profesionalitas dan system manajemen tentang tenaga kependidikan
serta pengembangan peserta didik untuk menolong diri sendiri itu dapat
dilakukan melalui bimbingan konseling.
Dalam
pendidikan terjadi proses manusiawi dan proses pemwarisan kebudayaan.
Pendidikan merupakan kegiatan yang melibatkan banyak individu yang berprilaku
pendidikan, seperti pendidik, peserta didik, pengelola pendidikan,
administrator pendidikan, perencana pendidikanm peneliti pendidikan, dan
lingkungan pendidikan
Beberapa
konsep psikologi yang banyak memberikan kontribusi dalam pendidikan adalah:
pertumbuhan dan perkembangan individu, perkembangan kognitif, moral dan social
yang terjadi selaku anak didik, perbedaan individu-individu, keterkaitaan
antara pembelajaran dan kognisi, motivasi belajar, prinsip-prinsip dan teori
pembelajaran. Kegunaan psikologi pendidikan adalah membantu pendidik dan calon
pendidik mengembangkan pemahaman yang lebih baik mengenal proses-proses
pendidikan, terutama pembelajaran didalam kelas.
·
Teori social, antropologi, dan penelitian pendidikan
Sosiologi
pendidikan merupakan ilmu yang memplejari tentang masyarakat. Focus kajian
sosiologi pendidikan adalah pada struktur dan dinamika proses pendidikan.
Struktur pendidikan, melingkari teori, system kebudayaan, struktur kepribadian
dan interelasinya dengan tata social masyarakat.Beerapa ilmu yang bersubyek
masyarakat, seperti hokum, ekonomi, politik, antropologi, geografi dan
sosiologi tetapi mempunyai bidang telaah yang berbeda.Sosiologi sendiri
berpusat pada struktur dam peran social yang terjadi di masyarakat. Pendidikan
sebagai fungsi social yaitu pendidikan merupakan suatu cara yang dilakukan
masyarakat dalam membimbing anak yang belum matang, sesuai bentuk serta susunan
masyarakat itu sendiri. Jadi pendidikan itu memounyai atau memiliki fungsi
untuk meneruskan, menyelamatkan sumber dan cita-cita masyarakat.Pengaruh social
kehidupan.Pendidikan merupakan aspek kehdiupan, bila dalam kehiduoan terdapat
bentuk dan system organisasi social seperti organisasi politik, ekonomi,
kesehatan, keagamaan, dll.
Pada
awalnya antropologi dipandang sebagai ilmu yang menggambarkan kebudayaan
masyarakat yang ada di luar eropa. Bahan dasar pembentukan ilmu itu dikumpulkan
sejak abad ke-18 ketika banyaknya cerita-cerita orang perorangan yang kebetulan
bertemu dengan kelompok suku bangsa yang kebetulan bertemuu dengan kelompok
suku bangsa yang kehidupannya amat unik.lebih khusus lag
Penemuan
dan pengembangan ilmu pengetahuan dilakukan dengan penelitian ilmiah.Ilmu
pendidikan sebagai salah satu disiplin ilmu pengetahuan juga dilakukan oenemuan
dan pengembangannya dengan penilitian ilmiah atau yang lebih khusus lagi adalah
penelitian pendidikan.
2.
Pendidikan
Sebagai disiplin Ilmu
Mengapa disebut pendidikan sebagai disiplin
ilmu?Karena ilmu ilmu yang termasuk ke dalam pendidikan ini didapat dari
penemuan dan pengembangan. Ilmu-ilmu yang terdapat dalam disiplin ilmu antara
lain:
·
Pendidikan agama, Akhlaq, nilai, bahasa dan
kewarganegaraan
Pendidikan Agama
Pendidikan Agama Islam mempunyai keududukan
yang penting dan strategis dalam pelaksanaan pendidikan disetiap jenjangya.
Menurut Azra (1999:57) pendidikan Agama islam disetiap jenjangnya mempunyai
kedudukan yang penting dalam system pendidikan nasional untuk mewujudukan siswa
yang beriman dan bertaqwa serta berakhlak mulia.
Keberhasilan pendidikan agama merupakan
tanggung jawab bersama antara pemerintrah, keluarga, dan masyarakat. Hal ini
ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 2 tahun 1989 tentang Sisrem Pendidikan
Nasional pasal 26 ayat 1-2 bahwa “pada dasarnya pendidikan merupakan tanggung
jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah”
Akhlaq
Kata akhlak berasal dari bahasa arab, jamak
dari “khuluqun” yang menurut bahasa
berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabi’at. Menurut pengertian
sehari-hari umumnya akhlak itu disamakan dengan budi pekerti, kesusilaan sopan
santu.Khalq merupakan gambaran sifat batin manusia, akhlaq merupakan gambaran
bentuk lahir manusia, seperti raut wajah dan boddy.
Akhlaq baik dan buruk
Persoalan dengan apa orang menentukan baik dan
buruk ini, tidak hanya diperdebatkan oleh kalangan-kalangan
yangberfahamsekularisme. Problem tersebut tidak terkecuali juga pernah menjadi
bahan perebatan di kalangan ulama-ulama, hal ini karena adanya perbedaan
persepsi dalam mengartikan baik buruk dari kalangan ulama ulama islam tersebut.
Bahasa
Bahasa adalah sistem lambang bunyi ujaran yang
digunakan untuk berkomunikasi oleh masyarakat pemakainya.Bahasa yang baik
berkembang berdasarkan suatu sistem, yaitu seperangkat aturan yang dipatuhi oleh
pemakainya.Bahasa sendiri berfungsi sebagai sarana komunikasi serta sebagai
sarana integrasi dan adaptasi.
Bahasa adalah sistem lambang bunyi ujaran yang
digunakan untuk berkomunikasi oleh masyarakat pemakainya.Bahasa yang baik
berkembang berdasarkan suatu sistem, yaitu seperangkat aturan yang dipatuhi
oleh pemakainya.
Secara sederhana, bahasa dapat diartikan
sebagai alat untuk menyampaikan sesuatu yang terlintas di dalam hati.Namun,
lebih jauh bahasa bahasa adalah alat untuk beriteraksi atau alat untuk berkomunikasi,
dalam arti alat untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep atau perasaan.Dalam
studi sosiolinguistik, bahasa diartikan sebagai sebuah sistem lambang, berupa
bunyi, bersifat arbitrer, produktif, dinamis, beragam dan manusiawi.
Kewarganegaraan
Istilah kewarganegaraan memiliki arti
keanggotaan yang menunjukkan hubungan atau ikatan antara negara dan warga
negara.Kewarganegaraan diartikan segala jenis hubungan dengan suatu negara yang
mengakibatkan adanya kewajiban negara itu untuk melindungi orang yang
bersangkutan.Adapun menurut Undang-Undang Kewarganegaraan Republik Indonesia,
kewarganegaraan adalah segala ikhwal yang berhubungan dengan negara.
Pengertian kewarganegaraan dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut:
a. Kewarganegaraan dalam arti yuridis dan sosiologis
- Kewarganegaraan dalam arti yuridis ditandai dengan adanya ikatan hukum
anatara orang-orang dengan negara.
- Kewarganegaraan dalam arti sosiologis, tidak ditandai dengan ikatan hukum,
tetapi ikatan emosionak, seperti ikartan perasaan, ikatan keturunan, ikatan
nasib, ikatan sejarah, dan ikatan tanah air.
b. Kewarganegaraan dalam arti formil dan materil.
- Kewarganegaraan dalam arti formil menunjukkan pada tempat kewarganegaraan.
Dalam sistematika hukum, masalah kewarganegaraan berada pada hukum publik.
- Kewarganegaraan dalam arti materil menunjukkan pada akibat hukum dari status
kewarganegaraan, yaitu adanya hak dan kewajiban warga negara.
·
Pendidikan
matematik, sains, Fisika, Kimia, Biologi, IPS, Ekonomi, dan bisnis
Pendidikan matematika
di Indonesia berkembang sejalan dengan perkembangan pendidikan matematika
dunia. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam proses pembelajaran dikelas,
selain dipengetrahui oleh adanya tuntutan sesuai perkembangan teknologi dan
ilmu pengetahuan juga sering diawali adanya perubahan pandangan tentang
hakikat. Walaupun perubahan pembelajaranmatematika saat ini terjadi secara
pelan-pelan,akan tetapi upaya-upaya untukmemperbaiki kualitasnya sesuai
perkembangan yang terjadi di dunia mulai dilakukan sekalipun masih bersifat
terbatas.
Pendidikan Ilmu
Pengetahuan Alam merupakan pendidikan bidang studi dengan alam semesta serta
segala proses yang terjadi didalamnya sebagi objeknya. Oleh karena itu
perkembangan ilmu pengetahuan alam erat kaitannya dengan perkembangan
teknologi, maka pendidikan ilmu pengetahuan alam berkaitan pula dengan
perkembangan teknologi serta manfaatnya bagi masyarakat.Dalam pendidikan sains,
bidang studi ini dapat dibahas secara terpadu dan dapat pula dibahas dalam
disiplin ilmu secara terpisah.
Aspek aspek
dalam kima, Kimia bukanlah ilmu disiplin yang berdiri sendiri, melainkan
terkait dengan berbagai disiplin ilmu lain, keterkaitan kimia dengan ilmu lain
terjadi karna 2 sebab. Pertama, adanya pengetahuan (konsep, hokum, dan teori)
dari disiplin lain yang diaplikasikan untuk menjelaskn fenomena kimia. Kedua,
pengetahuan kimia diterapkan dalam disiplin ilmu lain. Dalam pada itu tidak
aneh bila ditemukan kaidah matematika dan fisika diaplikasikan dalam kimia, dan
pada saat sama tidaklah sulit melihat aplikasi kimia dan bilogi, geologi,
kedokteran, pertanian, dll.
Dasar konseptual
tentang hakikat dan tujuan pendidikan IPS, perlu dirumuskan secara jelas untuk memberikan arah konseptual bagi
pengembangannya. Dasar konseptual yang paling tepat bagi kondisi dan
kepentingan pendidikan di Indonesia, mesti diangkat dari realitas kondisi
social budaya sebagai landasan pengembangan studi ini.Dasar konseptual rumusan
pengertian pendidikan IPS, perlu dikembangkan agar dapat memberikan kejelasan
bagi arah pengembangannya.Oleh karena itu tidak perlu dirumuskan dalam rumusan
yang kaku, dam lebih menekankan keseragaman.
Merumuskan dasar
konseptual pendidikan IPS di Negara kita, dihadapkan pada beberapa kesulitan,
antara lain IPS itu sendiri diangkat meliputi berbagai mata pelajarann dan
disajikan diberbagai jenjang pendidikan yang memiliki “model” dan “tradisi”
yang berbeda sesuai dengan tujuan sesuai dari jenjang dan jenis pendidikan
tersebut.
Di Indonesia pendidikan bisnis lebih kepada pendidikan kejuruan yaitu
SMK.Pada masa ini ekonomi sedang tidak stabil, SMK dihadapkan pada lingkungan
perubahan dengan berbagai tantangan dan kecendrungan. Perubahan struktur pasar
akibat perubahan teknologi, akan mengubah tata cara operasi industry dan
kompetensi bisnis.
Ada beberapa tujuan pendidikan di Indonesia adalah menurut para ahli di
Indonesia Herbert Spencer yang diikuti oleh Nasution (1982:34) beliau
mengemukakan pendidikan sebagai berikut:
1.
Self
Preservation: manusia harus dapat menjaga kelangsungan hidupnya dengan hidup
sehat, mencegah penyakit, hidup teratur dan sebagainya
2. Securing
The Necessities Of Life: ia harus sanggup mencari nafkahnya dan memenuhi
kebutuhan hidupnya dengan melakukan suatu pekerjaan
3. Rearng A Family:
ia harus menjadi ibu atau bapak yang sanggup bertanggung jawab atas pendidikan
anaknya dan kesejahteraan keluarganya
4. Mainstaining Proper Social And Political Relationship: setiap manusia adalah makhluk
social yang hidup dalam lingkungan masyarakat dan Negara.oleh karena itu harus
pandai bergaul, rela bekerjasama dengan orang lain dan memenuhi kewajiban
sebagai warga Negara
5. Enjoying Leisure Time: ia harus juga sanggup memanfaatkan waktu senggangnya dengan memilih
kegiatan dan kegairahan hidup.
Dunia pendidikan
di Indonesia disiapkan hanya untuk menjadi pekerja baik di sekolah kejuruan
atau pendidikan professional. Apabila pendidikan hanya untuk menjadi pekerja
kita bisa melihat jum;ah angkatan kerja setiap tahun di Indonesia.
Ilmu
ekonomi selain sebagai disiplin ilmu yang mandiri, juga merupakan salah satu
bagian dari ilmusosial.Mempelajari suatu ilmu haruslah
mengerti nilai khas atau karakteristik ilmu tersebut, begitu pula dengan ilmu
ekonomi. Sebagai salah satu mata pelajaran yang diajarkan di bangku sekolah/
kuliah, bidang studi (ilmu) ekonomi memiliki persamaan dan juga perbedaan
dengan ilmu sosial lainnya layaknya : ilmu politik, sejarah, psikologi, pend.
kewarganegaraan, dsb.
Persamaan ilmu
ekonomi dengan ilmu sosial adalah memiliki objek formal yang sama. Objek yang
diamati/ dipelajari oleh semua ilmu sosial adalah manusia dan
perilakunya.Melalui pembelajaran ilmu sosial, siswa diharapkan dapat
mengembangkan kemampuan berpikirnya, dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi
dalam kehidupan sehari-hari.Hal ini juga berlaku pada mata pelajaran ekonomi.
Ilmu ekonomi
memang berkaitan dan sangat berdekatan dengan ilmu sosial lainnya, bahkan
seringkali bertumpang tindih dengan apa yang dipelajari oleh ilmu ekonomi.
Perbedaan ilmu ekonomi dengan ilmu sosial adalah : memiliki objek material yang
berbeda. Objek material/ inti permasalahan Ilmu ekonomi berupa kelangkaan,
yaitu bagaimana manusia melakukan tindakan pemilihan atas berbagai keterbatasan
dalam sumber daya ekonomi untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas baik
dalam hal produksi ataupun konsumsi.
Ilmu ekonomi
berkembang sudah sejak lama.Boleh dikatakan sejak 1776 ketika Adam Smith
menulis buku berjudul The Wealth of Nations.Perkembangan ilmu ekonomi berlanjut
tidak hanya sebagai ilmu yang kualitatif tapi juga kuantitatif, terbukti dengan
terdapatnya cabang dari ilmu ekonomi yaitu ekonometrika.
·
Pendidikan
sejarah, geografi, lingkungan hidup, pendidikan seni dan olahraga
Istilah
“sejarah” berasala dari bahasa Arab, yakni darikata “syajaratun” yang memiliki
arti pohon kayu.Pengertian pohon kayu disini menunjukkan adanya suatu kejadian,
perkembangan atau pertumbuhan tentang suatu hal atau peristiwa dalam suatu
kesinambungan.Dengan demikian pengertian sejarah dapat dipahami sekarang ini
lebih banyak dari alih bahasa inggris yang berarti belajar dengan
bertanya-tanya. Mengenai peran dan kedudukan sejarah, terdapat tiga peranan
yang dimainkan: (1) sejarah sebagai cerita, (2) sejarah sebagai peristiwa (3)
sejarah sebagai ilmu. Sejarah sebagai peristiwa merupakan sejarah sebagai kenyataan,
karena didukung oleh fakta-fakta.
Fungsi sejarah, fungsi sejarah sejak
zaman kalsik para penulis sudah banyak memberikan penegasan bahwa sejarah
selalu memiliki use value bagi
kehidupan.Polybus mengatakan bahwa sejarah adalah philosophy teaching by example.Fungsi pertama, fungsi edukatif
artinya bahwa sejarah membawa dan mengajarkan kebijaksanaan ataupun
kearifan.Kedua, fungsi inspiratif artinya adanya mempelajari sejarah dapat
memberikan inspirasi atau ilham. Ketiga, fungsi instruktif bahwa dengan belajar
sejarah dapat menjadi berperan dalam proses pembelajaran pada salah satu
kejuruan. Keempat, fungsi rekreasi artinya pembelajaran sejarah dapat terpesona
oleh kisah sejarah yang menarik dan mengagumkan.
Kata geografi berasal dari kata Yunani
Geograohia.Istilah itu muncuk 300S, Geo artinya bumidan graphia adalah gambaran
atau mencitrakan. Sesuai dengan cara berfikir geografi pun mengalami
perkembangan, baik dalam hal teori, pedekatan maupun metode. Kedinamisan suatu
ilmu tampak pula dari berbagai definisi sebagai refleksi dari objek dan hakikat
suatu ilmu. Bintarto (1977) mengartikan geografi “ilmu pengetahuan serta
mempelajari yang mencitra, menerangkan sifat bumi, menganalisis gejala alam dan
penduduk serta mempelajari corak khas mengenai kehidupan dan berusaha mencari
fungsi dari unsur bumi dalam ruang dan waktu”
Berbicara tentang Geografi, pasti
berhubungan juga dengan lingkungan hidup.Indonesia secara alamiah adalah negara
pertanian dengan budaya pertanian yang kuat.Bertani, beternak, ber-buru ikan dilaut
adalah keahlian turun-menurun yang sudah mendarah daging.Teknologi dasar ini
sudah dikuasai sejak jaman nenek moyang.Karena budaya pertanian yang telah
mendarah daging maka usaha pada sektor pertanian kita sebenarnya dapat dipacu
untuk ber-produksi sebesar-besarnya.
Luasnya lahan, cadangan air yang
melimpah, dan potensi wilayah yang tersedia mulai dari dataran rendah sampai
dataran tinggi yang mendukung men-jadi obsesi dalam menjadikan Indonesia
sebagai pemasok hasil pertanian unggulan di kemudian hari.
Indonesia memiliki potensi sumber-daya
yang tidak akan pernah habis, dan akan tetap ada sepanjang usia alam itu
sendiri yakni manusia,sinar matahari, ta-nah, hutan, dan laut. Manusia dengan
akal dan budaya.
Sebagai
unsur budaya, seni hadir atau diciptakan untuk memenuhi kebutuhan manusia baik
lahir maupun batin. Sebuah unsur budaya akan tetap terpelihara keberadaannya
jika unsur budaya tersebut masih berfungsi dalam kehidupan sosial. Dalam
kehidupan sehari-hari kita dapat merasakan betapa kita sangat membutuhkan
sarana berekspresi dalam menikmati keindahan bentuk.
3. Ilmu
pendidikan lintas bidang
Maksud dari bagian ilmu pendidikan
lintas bidang adalah, ilmu-ilmu yang mempelejari berbagai macam ilmu.mata
pelajaran itu mempunyai karakteristik yang berbeda sesuai disiplin ilmunya
masing-masing. Siswa sebagai pembelajar diberi berbagai materi dari disiplin
ilmu itu setiap hari sedikitnya menerima tiga atau lebih mata pelajaran dalam
proses pembelajarannya. Seandainya setiap proses pembelajaran itu terdapat
tugas dari berbagai mata pelajaran dengan berbagai variasi bentuknya, maka ada
tiga tugas yang harus diselesaikan oleh siswa pada hari itu. Dengan demikian,
hanya siswa yang aktif, kreatif dan cerdas dapat menyelesaikannya.Tidak menutup
kemungkinan beban tugas ini terpaksa harus dikerjakan di rumah untuk
penyelesaiannya karena waktu yang tersedia di sekolah terbatas.Pembelajaran
akan lebih bermakna dengan merancang rencana pembelajaran lintas bidang studi.
Merancang rencana pembelajaran bersama ini tidaklah semudah yang kita
bayangkan.Banyak hal yang harus diperhitungkan seperti waktu, materi
pembelajaran, strategi, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan disiplin ilmu
masing-masing.Apalagi kalau guru tentunya berbeda sikap idealismenya.Untuk hal
yang demikian, guru hendaknya bersikap lebih profesional, kreatif, inovatif
serta memiliki sikap kebersamaan yang tinggi agar dapat melaksanakannya.
Adapun yang termasuk dalam ilmu
pendidikan lintas bidang antara lain:
1. Pendidikan
keluarga, Multi Budaya, AUD, Dikdasmen
Pembahasan
tentang Pendidikan Keluarga mengandung dua makna yang saling bertautan.Pertama
: pendidikan Keluarga mengandung makna pendidikan didalam keluarga; yaitu
pendidikan yang berlangsung didalam keluarga terhadap anak-anak yang lahir
didalam keluarga. Kedua; pendidikan keluarga mengandung makna pendidikan
tentang berkeluarga yaitu pendidikan tentang cara menyelenggarakan kehidupan
keluarga untuk mencapai kehidupan keluarga yang sakina,mawaddah, dah warahmah.
Secar
social psikologis, kehidupan keluarga merupakan basis kehidupan yang mestinya
mempunyai kemampuan menghadirkan lingkngan sosio-psiko-fisik yang memadai bagi
kehidupan bangsa dan bernegara.
Pengertian
keluarga
Pengertian
keluarga bukan rumah, karena rumah bisa dibuat “dengan tangan”, sementara
(kehidupan) keluarga perlu dibangun dengan pikiran dan hati. Pengertian
keluarga sebagai keluarga yang diharapkan secara social antropologis adalah
lembaga atau instiutisi social yang mampu menumbuhkan pemenuhan tuntutan
kebutuhan hidup manusia secara fisik, social, mental dan moral, sehingga
diantara anggota keluarga lahir keterikatan rasa dan sikap dalam ikatan social
psikologis di dalam tatanan norma dan system nilai sebagai manusia yang
bertanggung jawab dan dapat di oertanggung jawabkan.
Pengertian
keluarga ini ditata berdasarkan pemahaman gender sebagai pasangan manusia yang
duduk sama rendah berdiri sama tinggi di dalam jalinan proses kehidupan
“saling” membutuhkan di dalam hubungan mutualistic.
Fungsi
keluarga
Secara
mendasar fungsi keluarga itu diantaranya fungsi biologis, ekonomi, kasih
sayang, perlindungan, sosialisasi, rekreasi, agama dan status keluarga.Keluarga
sebagai suatu organisma mempunyai fungsi biologis.Fungsi ini memberi kebutuhan
dasar seperti pangan, sandangm dan papan, dengan syarat tertentu.
- Fungsi biologis ini mendasari fungsi
reproduksi atau fungsi berkembang biak atau mengembangkan keturunan karena
adanya ikatan perkawinan.
- Fungsi ekonomi mempunyai hubungan yang
erat dengan fungsi biologis terutama hubungan untuk memenuhi kebutuhan yang
bersifat vegetative seperti kebutuhan makan, minum, dan tempat berteduh.
- Fungsi kasih sayang perlu terlaksana dalam
kehidupan keluarga, karena keluarga itu sendiri adalah lembaga interaksi antar
insani didalam ikatan batin yang kuat sesuai dengan status dan peranan social
setiap anggota keluarga di dalam kehidupan keluarga itu.
- Pelaksanaan fungsi pendidikan dalam
kehiduoan keluarga bertautan erat dengan pelaksanaan fungsi perlindungan. Pendidikan
dalam keluarganmerupakan bagian dari fungsi perlindungan terhadap anak dan
anggota keluarga lainnya.Supaya anggota keluarga terhindar dari kebodohan,
kemiskinan, dan hidup amoral.
- Fungsi sosialilasi mempunyai pertautan
yang erat dengan fungsi pendidikan dan perlindungan. Keluarga mempunyai tugas
mengantarkan anggota keluarga khususnyaanak ke dalam kehidupan social.
Keberhasilan hidup dalam masyarakat tergantung dalam memilih dan menafsirkan
norma-norma yang hidup dalam masyarakat itu
- Fungsi keagamaan harus dijalankan melalui
pendidikan yang bernafaskan kehidupan “beragama”. Kehidupan beragama sangat
penting, karena kehidupan ini dapat memberikan keseimbangan hidup pada
manusia.Kehidupan beragama dalam kehidupan keluarga tetap menganjurkan bahwa kehidupan
keluarga harus dikelola sedemikian rupa, sehingga keluarga menjadi tempat yang
menyenangkan bagi setiap anggotanya.
- Fungsi status keluarga fungsi yang perlu
dijadikan acuan dan kriteria pengematan dan penilaian keberhasilan atau ketidak
berhasilan pelaksanaan fungsi-fungsi keluarga yang lain di dalam
menyelanggrakan kehdiupan sehari-hari.
Istilah
“multibudaya” (multiculture) jika ditelaah asal-usulnya mulai dikenal sejak
tahun 1960-an, setelah adanya gerakan hak-hak sipil sebaga koreksi terhadapat
kebijakan asimilasi kelompok minoritas.Istilah multibudaya tersebut selalu
melekat dengan pendidikan yang mempunyai arti luas meliputi any set of processes by which schools work
with rather than against opperessed groups. Pendapat tersebut sejalan dengan pernyataanWill Kymlicka seorang professor
filsafat yang menyatakan bahwa multibudaya merupakan suatu pengakuan,
penghargaan, dan keadilan terhadap etnik minoritas baik yang menyangkut hak-hak
universal yang melekat pada tiap-tiap individu maupun komunitasnya yang
bersifat kolektif dalam mengekpresikan kebudayaannya.
Kata kunci
dalam pendidikan multibudaya tersebut, yakni pengakuan adanya [erbedeaan dan
penghargaan, dua kata yang selama ini sering dikontraskan.Karena itu dalam
pendekatan multibudaya tidak sesungguhnya berlandaskan pada pemilikan yang
mengisaratkan papda memiliki atau dimiliki budaya tertentu. Elemen-elemen
pendidikan multibudaya, mencakup tiga yaitu:
a. Menegaskan
identitas kuktural seseorang, mempelajari dan menilai warisan budaya seseorang
b. Menghormati
dan berkeinginan untuk memahami serta belajar tentang etnik /
kebudayaan-kebudayaan selain kebudayaannya
c. Menilai dan
merasa senang dengan perbedaan kebudayaan itu sendiri
Pendidikan
multibudaya memang sepintas dalam banyak hal dapat menimbulkan rasa khawatir
terhadap hubungan antara agama dan kebudayaan.Kekhawatiran ini sesungguhnya
dapat dijawab sederhana; bahwa agama adalah ciptaan Tuhan yang permanen dan
universal, sedangkan kebudayaan adalah buatan manusia yang temporal dan
spatial.Seni merupakan ekspresi hidup dan kehidupan serta sumber inpirasi
gerakan spiritual, moral, dan social dalam mencairkan ketegangan social.Dibalik
keterbatasannya pranata lokalnya, seni juga mengandung makna universal yang
dapat parallel dengan agama bagi keluruhan budi manusia.
Indonesia
yang seacara konsepsional memliki motto “bhineka tunggal ika” sebagai falsafah
kehidupan bernegera, secara teoretik dapat dikategorikan ke yang yang
pertama.Pendidikan multibudaya sebetulnya sekarang ini sangat memungkinkan
untuk berkembang terutama dengan berlakunya Undang-undang Otonomi daerah. Sebab
dalam multibudaya,menuntut pengembangan lokal secara wajar serta tumbuhnya
pemikiran yang sangat kaya dengan keunikan masing-masing budaya.
Pendidikan
Anak Usia Dini dapat diartikan sebagai segenap upaya pendidik (orang tua, guru,
orang dewasa lainnya) dalam memfasilitasi perkembangan dan belajar anak sejak
lahir sampai dengan usia enam tahun melalui penyediaan berbagai pengalaman dan
rangsangan yang bersifat mengembangkan.
Dalam
pengertian PAUD tersebut terdapat beberapa gagasan pokok yang perlu dijelaskan
lebih lanjut.
-
Pertama, aktivitas
pendidikan tidak dibatasi secara sempit pada kegiatan belajar-mengajar dikelas,
melainkan mencakup segenap aktifitas yang diarahkan untuk mendukung proses
perkembangan dan belajar anak secara menyeluruh
-
Kedua, yang
berperan sebagai pendidik tidak terbatas pada orang tua dan guru, melainkan
bisa pula melibatkan orang lainnya yang ikut terlibat dalam proses pendidikan
anak
-
Ketiga, sesuai
denganistilah yang digunakan-usia dini, masa pendidikan dibatasi pada jenjang
usia sejak lahir sampe 6 tahun.
-
Keempat, sasaran
akhir dari PAUD adalah tercapainya perkembangan anak yangoptimal sesuai dengan
nilai dan norma yang di anut melalui penyediaan berbagai rangsangan serta
lingkungan dan pengalaman belajar.
Ringkasnya
PAUD berfungsi sangat komperehensif; tidak saja berfungsi memberikan pengalaman
belajar kepada anak dalam arti sempit, yakni terbatasnya kegiatan pembelajaran
akademis, tetapi berfungsi secara luas dan menyeluruuh yang mencakup stimulasi
seluaruh aspek perkembangan anak-intelektual. PAUD memiliki kontribusi yang
sangat besar dan fundamental terhadap pengembangan kualitas sumber daya
manusia, karena pada periode usia dini anak mengalami perubahan dan
perkembangan yang sangat pesat dan bersifat melandasi bagi perkembangan anak
berikutnya.
Pendidikan
dasar: Peningkatan kualitas penyelenggaraan system pendiidkan dasar di masa
depan memerlukan berbagai input pandangan, antara lain: gagasan tentang pendidikan
dasar masadepan. Pada tahap awal, pendidikan dasar berusaha mengecilkan
berbagai perbedaan yang alamai dari berbagai kelompok masyarakat, seperti:
perempuan, penduduk pedesaan, orang miskin di kota. Pendidikan dasar pada waktu
yang sama bersifat universial dan spesifik. Pendidikan dasar harus memberikan hal umum yang
mempersatukan semua manusia, sedangkan dalam waktu yang sama harus berkenaan
dengan tantangan khusus dari setiap kelompok peserta didik yang sangat berbeda.
Pendidikan
menengah: pendidikan nasional yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang
dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 berfungsi mengembangkan kemampuan
dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa.
·
Pendidikan anak berbakat, pendidikan perempuan,
pendidikan umum, pendidikan kesehatan, pendidikan seks, dsb.
Secara alamiah, setiap anak
bersifat unik, memiliki keragaman individual, berbeda satu sama lain dalam
berbagai hal, seperti dalam hal kecerdasan, bakat, kepribadian dan kondisi
jasmani. Berdasarkan keragaman karakteristik tersebut, perlu dipikirkan model
pendidikan yang dapat memfasilitasi perkembangan anak sesuai dengan keunikan
karakteristiknya.Dalam hal ini termasuk pendidikan bagi anak yang memiliki
kemampuan unggul, atau anak berbakat.
Pendidikan diharapkan dapat
menhasilkan wanita-wanita yang sholehah, cerdas, memiliki ilmu pengetahuan yang
mumpuni dan sehat sehingga dapat memanfaatkan kemampuannya, bagi keluarga,
masyarakat, dan bagi diri sendiri.
Pendidikan kesejahteraan keluarga
merupakan disiplin ilmu diantara pengetahuan lainnya sebagai ilmu terapan yang
mutidisipliner diantara kelompok ilmu ekstata dan ilmu social.Pembangunan
masyarakat tidak mungkin dilakukan tanpa melalui pembangunan lembaga social terkecil,
yaitu keluarga. Oleh karena itu, untuk menlahirkan suatu masyarakat yang
sejahtera, harus diawali dengan menjadikan keluarga sebagai lembaga social
terkecil yang sejahtera
Kesehatan merupakan hal yang amat
penting dalam kehiduoan manusia sehingga tingkat kesehatan yang diwakili oleh
angka harapan hidup menjadi salah satu indicator yang digunakan dalam indeks
pembangunan manusia.
Pendidikan seks, topic ini dipilih
karena sangat diperlukan orang banyak, dan juga mengingat masih sangat layaknya
tulisan yang komperensif tentang pendidikan seks ditinjau dari beberapa aspek,
dalam hal ini tulisan pendidikan seks ingin disoroti dari tinjauan biologis.
4.
Ilmu
pendidikan praktis
Ilmu Praktis adalah satu konsep pelajaran yang bersifat realitas atau
mengaplikasikan teori yang ada akan tetapi kebanyakan ilmu teori hanya dapat
diperoleh melalui pengalaman dan eksperimen yang sebagian besar dilakukan untuk
mengkonfirmasi apakah teori tersebut dapat diterapkan dalam kegiatan harian
atau tidak, malah bersifat pendidikan sentris keterampilan hidup untuk periode
jangka panjang.
Yang mencakup kedalam ilmu pendidikan praktis antara lain:
·
Paedgogi,
andragogy, kurikulum, PBM, dan pengajaran
Sebelumnya kita sudah pernah membahas
paedgigi dan andragogy dan kurikulum dibagian ilmu pendidikan teoritis.
Perbedaan andragogy yang akan kita bahas disini adalah ilmu yang membahas
pendekatan dalam interaksi pembelajaran antara pendidik dan peserta didik yang
berusia dewasa. Andragogy adalah ilmu yang membahas pendekatan dalam interaksi
pembelajaran antara pendidik dan peserta didik.
Sedangkan pedagogi dalam ilmupraktis
lebih banyak membahas tentang pedagogy untuk anak berkebutuhan khusus,
pembelajaran anak berkebutuhan khusus memerlukan pola tersendiri yang berbeda
dengan pembelajaran untuk anak normal.Hal ini disebabkan adanya kelainan
tersendiri yang berbeda antara satu dengan lainnya. Dalam penyusunan program
pembelajaran untuk setiap bidang studi hendaknya guru kelas memiliki
data-pribadi siswanya yang dimiliki dan tingkat perkembangannya
Selain paedgogi dan androgigi yang
sudah pernah kita bahas di ilmu pendidikan teoritis, kurikulum di ilmu
pendidikan praktis yang mempunyai arti sebagai inti pendidikan.Kurikulum
merupakan bidang yang paling besar memberikan pengaruh langsung terhadap
perkembangan peserta didik.Kurikulum dilihat sebagai dari tiga dimensi yaitu,
sebagai ilmu, system, dan rencana.
Nama Dosen: Dirgantara Wicaksono
Matkul: Pembelajaran Pkn diSd
Tidak ada komentar:
Posting Komentar