Kamis, 21 Mei 2015

Pendidikan Sebagai Ilmu dan Sebagai Sistem

Bab I
Pendahuluan
1.      Latar Belakang
Pendidikan yang sedang dikembangkan, tidak hanya menyangkut soalkemajuan kognitif, tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah membina dan mengembangkan akses pendidikan. Serta meningkatkan kualitas ouput pendidikan dan bisa bersaing pada tataran yang lebih global
Pengembangan kurikulum pendidikan yang selalu konseptual dan inovatif pada gilirannya dapat menjadi upaya bagi lembaga-lembaga penyelenggara pendidikan dalam menyiapkan generasi bangsa yang benar-benar berkualitas dan dapat di pertanggungjawabkan.
Pembangunan system pendidikan nasional merupakan satu kesatuan seluruh kom[onen pendidikan yang saling terkait dan terpadu. Serta bertujuan untuk mewujudukan masyarakat Indonesia yang berkualitas, terampil, cerdas, maju, mandiri dan modern.
Pendidikan adalah usaha sadar dan sistematis yang dilakukan tidak hanya untuk memanusiakan manusia tetapi juga agar manusia mennyadari posisinya sebagai khalifatullah fil ardhi, yang padan gilirannya akan semakin meningkatkan dirinya untuk menjadi manusia yang bertakwa beriman, berilmu, dan beramal saleh
2.      Rumusan masalah
1.   Filosofi apa yang dipakai didalam system pendidikan Indonesia?
2.   Bagaimana sejarah pendidikan di Indonesia?
3.   Apakah tujuan pendidikan dan Unsur-unsur pendidikan Indonesia?
4.   Apa hubungan bagian dari tiap-tiap cabang Ilmu pendidikan?
5.   Karakteristik system pendidikan Nasional?
6.   Apakah permasalahan pendidikan Indonesia?

3.      Tujuan
1.   Mengetahui filosofi apa yang dipakai didalam system pendidikan Indonesia
2.   Mengetahui sejarah pendidikan di Indonesia
3.   Mengetahui tujuan pendidikandan Unsur-unsur pendidikan Indonesia
4.   Mengtahui hubungan bagian dari tiap-tiap cabang Ilmu pendidikan
5.   Mengetahui Karakteristik system pendidikan Nasional
6.   Mengetahui permasalahan pendidikan Indonesia

1. Filosofi apa yang dipakai didalam system pendidikan Indonesia?
a. Definisi Filsafat
Filsafat berasal dari bahasa Yunani, taitu filare yang artinya cinta dan Sophia yang artinya kebijaksanaan atau kebenaran. Jadi, filsafat artinya cinta akan kebijaksanaan atau kebenaran.
Filsafat berarti pula pendirian hidup atau pandangan hidup.Secara ilmiah definisi filsafat yaitu usaha berpikir radikal dan hasil yang diperoleh dari menggambarkan dan menyatakan suatu pandangan yang menyeluruh secara sistematis tentang alam semesta serta tempat dilahirkannya manusia.
Filsafat mencakup keseluruhan pengetahuan manusia, filsafat merupakan sumber ide paling dalam bagi segala macam ilmu pengetahuan, sehingga filsafat disebut juga induk pengetahuan.
Berfilsafat adalah berpikir, tapi tidak semua berpikir dikatakan berfilsafat, berpikir yang berfilsafat mengandung tiga cirri, yaitu :
Radikal          : berpkir sampai keakar akarnya.
Sistematis      : berpikir logis setahap demi setahap dengan penuh kesadaran dengan urutan
                        yang bertanggungjawab dan saling berhubungan secara teratur.
Universal       : berpikir menyeluruh.
Filsafat mempunyai bagian-bagian yang saling berhubungan, yaitu :
Metafisika             : mempelajari hakekat realita, perkembangan kosmos, alam semesta,
                                hakekat dunia, hakekat manusia termasuk hakekat anak.
Epistemologi         : Mempelajari asal-usul, susunan, metode serta keabsahan pengetahuan
Aksiologi               : mempelajari masalah nilai
Karakteristik filsafat adalah sebagai berikut :
-          Menggunakan rasio dengan kualitas tinggi
-          Cara berfikir radikal, tunas sampai ke akar persoalan
-            Induk dari segala ilmu
-            Membuahkan kearifan
-          Menuntut kejelasan dan sistematika berpikir
-           Nilai atau norma merupakan salah satu objek studi filsafat-
-            Spekulasi atau perenungan merupakan salah satu cara esensial dari filsafat
-           Menuntut kegiatan merangkum, membuat garis besar dari permasalahan.
2.      Fungsi Filsafat
Acuan pokok fungsi filsafat antara lain :
a. Untuk berfikir secara radikal, sistematis, dan menyeluruh tentang segala sesuatu
b.   Membuahkan kejelasan dan pandangan yang menyeluruh tentang masalah yang ditelaahnya.
c.  Membuahkan kembali cinta akan kearifan
d.  Menghasilkan suatu pandangan sinopsis
B.     Filsafat Pendidikan
1.      Definisi Filsafat Pendidikan
Filsafat pendidikan adalah filsafat yang diaplikasikan di bidang pendidikan untuk menelaah masalah-masalah pendidikan.
2.      Fungsi Filsafat Pendidikan
Fungsi Filsafat Pendidikan adalah melaksanakan studi tentang masalah-masalah pendidikan. Filsafat pendidikan memfokuskan pada tiga masalah pokok pendidikan, yaitu sebagai berikut :
a.       Apakah pendidikan itu ?
b.      Mengapa manunsia membutuhkan pendidikan dan apa tujuan dari pendidikan ?
c.       Dengan cara bagaimana tujuan pendidikan dapat dicapai ?
3.      Kebutuhan Akan Filsafat Pendidikan
Melalui pengetahuan filsafat pendidikan para ahli teori pendidikan dapat menyaring apa yang cocok baginya, para ilmuwan pendidikan dapat mengadakan observasi, eksperimen dan demonstrasi pendidikan yang dibutuhkan, sedangkan para pendidik dapat melaksanakan pilihan yang cocok dalam mendidik.
4.      Tujuan Filsafat Pendidikan
Tujuan Filsafat Pendidikan sebagaimana dikemukanan oleh Edward J. Power dalam J.M. Daniel (1985) dapat dicirikan sebagai berikut :
a.      Inspirational, yaitu memberikan ilham pada ilmuwan dan pelaksana pendidikan tentang model-model pendidikan tertentu.
b.      Analytical,mengacu pda tugas filsafat pendidikan untuk menemukan dan menafsirkan makna dalam bahasa dan praktek pendidikan.
c.       Prescriptif, memberikan panduan yang jelas dan tepat bagi praktek pendidikan dengan suatu komitmen tentang implementasinya.
5.      Pancasila Sebagai Landasan Filosofis Pendidikan di Indonesia
Pancasila sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan di Indonesia ditegaskan dalam TAP MPR RI No. 11/MPR/1988 bahwa dasar pendidikan adalah Pancasila.juga ditegaskan dalam UUSPN No.2 Tahun 1989, bahwa pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.Pendidikan yang diselenggarakan atas dasr falsafah hidup bangsa dikenal sebagai pendidikan nasional.


2.  Bagaimana sejarah pendidikan di Indonesia?
Sejarah pendidikan di Indonesia. Dalam masyarakat Indonesia sebelum masuk kebudayaan Hindu, pendidikan diberikan langsung oleh orang tua atau orang tua-orang tua dari masyarakat setempat mengenai kehidupan spiritual moralnya dan cara hidup untuk memenuhi perekonomian mereka. Masuknya dan meluasnya kebudayaan asing yang dibawa ke Indonesia telah diserap oleh Bangsa Indonesia melalui masyarakat pendidikannya.Lembaga Pendidikan itu telah menyampaikan kebudayaan tertulis dan banyak unsur-unsur kebudayaan lainnya.
Sejarah pendidikan di Indonesia dimulai pada zaman berkembangnya satu agama di Indonesia. Kerajaan-kerajaan  Hindu di Pulau Jawa, Bali dan Sumatera yang mulai pada abad ke-4 sesudah masehi itulah tempat mula-mula ada pendidikan yang terdapat di daerah-daerah itu. Dapat dikatakan, bahwa lembaga-lembaga pendidikan dilahirkan oleh lembaga-lembaga agama dan  mata pelajaran yang tertua adalah pelajaran tentang agama. Tanda-tanda mengenai adanya kebudayaan dan peradaban Hindu tertua ditemukan pada abad ke-5 di daerah Kutai (Kalimantan).Namun demikian gambaran tentang pendidikan dan ilmu pengetahuan di Indonesia didapatkan dari sumber-sumber Cina kurang lebih satu abad kemudian.
Sejarah pendidikan di Indonesia. Dalam masyarakat Indonesia sebelum masuk kebudayaan Hindu, pendidikan diberikan langsung oleh orang tua atau orang tua-orang tua dari masyarakat setempat mengenai kehidupan spiritual moralnya dan cara hidup untuk memenuhi perekonomian mereka. Masuknya dan meluasnya kebudayaan asing yang dibawa ke Indonesia telah diserap oleh Bangsa Indonesia melalui masyarakat pendidikannya.Lembaga Pendidikan itu telah menyampaikan kebudayaan tertulis dan banyak unsur-unsur kebudayaan lainnya.
Sejarah pendidikan di Indonesia dimulai pada zaman berkembangnya satu agama di Indonesia. Kerajaan-kerajaan  Hindu di Pulau Jawa, Bali dan Sumatera yang mulai pada abad ke-4 sesudah masehi itulah tempat mula-mula ada pendidikan yang terdapat di daerah-daerah itu. Dapat dikatakan, bahwa lembaga-lembaga pendidikan dilahirkan oleh lembaga-lembaga agama dan  mata pelajaran yang tertua adalah pelajaran tentang agama. Tanda-tanda mengenai adanya kebudayaan dan peradaban Hindu tertua ditemukan pada abad ke-5 di daerah Kutai (Kalimantan).Namun demikian gambaran tentang pendidikan dan ilmu pengetahuan di Indonesia didapatkan dari sumber-sumber Cina kurang lebih satu abad kemudian.
Ada 2 macam sistem pendidikan dan pengajaran Islam di Indonesia :
Pendidikan di Langgar

Di setiap desa di Pulau Jawa terdapat tempat beribadah dimana umat Islam dapat melakukan ibadanya sesuai dengan perintah agamanya.Tempat tersebut dikelola oleh seorang petugas yang disebut amil, modin atau lebai (di Sumatera).Petugas tersebut berfungsi ganda, disamping memberikan do’a pada waktu ada upacara keluarga atau desa, dapat pula berfungsi sebagai guru agama.
Pendidikan di Pesantren
Dimana murid-muridnya yang belajar diasramakan yang dinamakan pondok-pondok tersebut dibiayai oleh guru yang bersangkutan ataupun atas biaya bersama dari masyarakat pemeluk agama Islam.Para santri belajar pada bilik-bilik terpisah tetapi sebagian besar waktunya digunakan untuk keluar ruangan baik untuk membersihkan ruangan maupun bercocok tanam.
Pendidikan Pada Abad Ke Dua Puluh Jaman Pemerintahan Hindia Belanda dan Pendudukan.Di kalangan orang-orang Belanda timbul aliran-aliran untuk memberikan kepada pendudukan asli bagian dari keuntungan yang diperoleh orang Eropa (Belanda) selama mereka menguasai Indonesia.Aliran ini mempunyai pendapat bahwa kepada orang-orang Bumiputera harus diperkenalkan kebudayaan dan pengetahuan barat yang telah menjadikan Belanda bangsa yang besar.Aliran atau paham ini dikenal sebagai Politik Etis (Etische Politiek).Gagasan tersebut dicetuskan semula olah Van Deventer pada tahun 1899 dengan mottonya “Hutang Kehormatan” (de Eereschuld). Politik etis ini diarahkan untuk kepentingan penduduk Bumiputera dengan cara memajukan penduduk asli secepat-cepatnya melalui pendidikan secara Barat.
Dalam dua dasawarsa semenjak tahun 1900 pemerintah Hindia Belanda banyak mendirikan sekolah-sekolah berorientasi Barat.Berbeda dengan Snouck Hurgronje yang mendukung pemberian pendidikan kepada golongan aristokrat Bumiputera, maka Van Deventer menganjurkan pemberian pendidikan Barat kepada orang-orang golongan bawah.Tokoh ini tidak secara tegas menyatakan bahwa orang dari golongan rakyat biasa yang harus didahulukan tetapi menganjurkan supaya rakyat biasa tidak terabaikan.Oleh karena itu banyak didirikan sekolah-sekolah desa yang berbahasa pengantar bahasa daerah, disamping sekolah-sekolah yang berorientasi dan berbahasa pengantar bahasa Belanda. Yang menjadi landasan dari langkah-langkah dalam pendidikan di Hindia Belanda, maka pemerintah mendasarkan kebijaksanaannya pada pokok-pokok pikiran sebagai berikut :
·         Pendidikan dan pengetahuan barat diterapkan sebanyak mungkin bagi golongan penduduk Bumiputera untuk itu bahasa Belanda diharapkan dapat menjadi bahasa pengantar di sekolah-sekolah
·         Pemberian pendidikan rendah bagi golongan Bumiputera disesuaikan dengan kebutuhan mereka
Atas dasar itu maka corak dan sistem pendidikan dan persekolahan di Hindia Belanda pada abad ke-20 dapat ditempuh melalui 2 jalur tersebut. Di satu pihak melalui jalur pertama diharapkan dapat terpenuhi kebutuhan akan unsur-unsur dari lapisan atas serta tenaga didik bermutu tinggi bagi keperluan industri dan ekonomi dan di lain pihak terpenuhi kebutuhan tenaga menengah dan rendah yang berpendidikan.
Tujuan pendidikan selama periode kolonial tidak pernah dinyatakan secara tegas. Tujuan pendidikan antara lain adalah untuk memenuhi keperluan tenaga buruh untuk kepentingan kaum modal Belanda. Dengan demikian penduduk setempat dididik untuk menjadi buruh-buruh tingkat rendahan (buruh kasar).Ada juga sebagian yang dilatih dan dididik untuk menjadi tenaga administrasi, tenaga teknik, tenaga pertanian dan lain-lainnya yang diangkat sebagai pekerja-pekerja kelas dua atau tiga.Secara singkat tujuan pendidikan ialah untuk memperoleh tenaga-tenaga kerja yang murah. Suatu fakta menurut hasil Komisi Pendidikan Indonesia Belanda yang dibentuk pada tahun 1928 – 1929 menunjukkan bahwa 2 % dari orang-orang Indonesia yang mendapat pendidikan barat berdiri sendiri dan lebih dari  83% menjadi pekerja bayaran serta selebihnya menganggur. Diantara yang 83% itu 45% bekerja sebagai pegawai negeri. Pada umumnya gaji pegawai negeri dan pekerja adalah jauh lebih rendah dibandingkan dengan gaji-gaji Barat mengenai pekerjaan yang sama.
Indonesia pernah mengalami masa penjajahan, baik yang pada masa penjajan Belanda maupun masa penjajahan Jepang.Sehingga, tidak mengherankan apabila pengaruhnya sangat kuat dalam segala bidang, baik di bidang politik, ekonomi, maupun militer.
Masa penjajahan ini juga berpengaruh sangat kuat terhadap sejarah pendidikan di Indonesia.Secara garis besar, sejarah pendidikan di Indonesia terbagi atas sistem pendidikan masa pra kemerdekaan, masa kemerdekaan, dan masa pemerintahan Republik Indonesia. 
I. Sistem pendidikan pra kemerdekaan
1. Masa Pemerintahan Belanda
Pada masa ini, pendidikan terbagi menjadi dua, yaitu: pendidikan rendah, pendidikan menengah, pendidikan kejuruan, dan pendidikan tinggi. Tujuan pendidikan pada masa penjajahan Belanda lebih dititikberatkan kepada memenuhi kebutuhan pemerintah Belanda, yaitu tersedianya tenaga kerja murah untuk hegemoni penjajah dan untuk menyebarluaskan kebudayaan Barat.
2. Masa Pemerintahan Jepang
Pada masa pendudukan Jepang, sistem pendidikan di Indonesia banyak mengalami perubahan.Beberapa sekolah diintegrasikan karena dihapuskannya system pendiikan berdasarkan bangsa maupun berdasarkan strata sosial tertentu.
Bahasa pengantar di semua sekolah menggunakan Bahasa Indonesia.Tujuan pendidikan lebih ditekankan kepada dihasilkannya tenaga buruh kasar secara gratis (cuma-cuma) dan praajurit-prajurit untuk keperluan peperangan Jepang. 
2. Sistem Pendidikan Masa Kemerdekaan
Pada masa kemerdekaan, tujuan pendidikan adalah untuk mendidik menjadi warga negara yang sejati, bersedia menyumbangkan tenaga dan pikiran untuk negara dan masyarakat.
1. Periode 1945 – 1950
·         Pendidikan rendah (SR) selama enam tahun
·         Pendidikan menengah umum terdiri atas Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) lamanya masing-masing tiga tahun,
·         Pendidikan Kejuruan. Kejuruan Tingkat Pertama terdiri atas; Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (SMEP), Sekolah Teknik (ST), Sekolah Teknik Pertama (STP), Sekolah Kepandaian Pertama (SKP), Sekolah Guru B (SGB), Sekolah Guru Darurat untuk Kewajiban Belajar (KPKPKB). Sementara Kejuruan Tingkat Menengah terdiri atas; Sekolah Teknik Menengah (STM), Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA), Sekolah Pendidikan Masyarakat (SPM), Sekolah Menengah Kehakiman Atas (SMKA), Sekolah Guru A (SGA), Sekolah Guru Taman Kanak-Kanak (SGTK), Sekolah Guru Kepandaian Puteri (SGKP), Sekolah Guru Pendidikan Jasmani (SGPD).
·         Perguruan Tinggi. Perguruan Tinggi terdiri atas universitas, Konservatori/Karawitan, Kursus B-1, dan ASRI.
2. Periode 1950 -1975
·         Pendidikan pra sekolah dan pendidikan dasar. Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD)
·         Pendidikan Menengah Umum. Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA)
·         Pendidikan Kejuruan. Tingkat pertama; SMEP, SKP, ST, SGB, KPKPKB, dan tingkat menengah; SMEA, SGA, SKMA, SGKP, SPMA, SPM, STM, dan SPIK.
·         Pendidikan Tinggi. Universitas, Institut Teknologi, Institut Pertanian, Institut Keguruan, Sekolah Tinggi, dan Akademi.
3. Periode 1978 – sekarang
·         Pendidikan pra sekolah (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
·         Pendidikan dasar.
·         Sekolah Menengah umum, SMP (SLTP), dan SMA (SLTA/SMU)
·         Pendidikan Menengah Kejuruan. Tingkat Pertama; ST.SKKP. Tingkat Atas terdiri atas; Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
·         Pendidikan Tinggi. Universitas, Institut, Sekolah Tinggi, Akademi, Diploma, dan Politeknik
3.     Apakah tujuan pendidikan dan Unsur-unsur pendidikan Indonesia?
A. Pengertian pendidikan
Dalam kamus bahasa Indonesia kata pendidikan adalah kata gabungan yang berasal dari kata didik dengan mendapat awalan pen- dan akhiran –an yang berarti pengubahan sikap dan tingkah laku seseorang atau kelompok dalam usaha mendewasakan manusia.
Dalam ensiklopedi Indonesia dinyatakan bahwa pendidikan adalah proses membimbing manusia dari kebodohan menuju kecerahan pengetahuan. Proses tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu dengan paksaan, latihan untuk membentuk kebiasaan, dan latihan untuk membentuk kata hati.
Dari pengertian lughawi di atas dapat kita simpulkan bahwa pendidikan itu merupakan proses mengubah keadaan anak didik dengan berbagai cara untuk mempersiapkan masa depan yang baik dan layak baginya.
Marimba, seorang pakar filasafat pendidikan merumuskan bahwa pendidikan adalah bimbingan atau tuntutan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani anak didik menuju terbentuknya kepribadian utama.
Pengertian pendidikan dapat dikelompokkan menjadi 2 kategori yaitu, pendidikan dalam arti luas dan pendidikan dalam arti sempit. Terlepas dari pengertian sempit dan luas, yang jelas pendidikan merupakan suatu proses interaksi yang terjadi antara seseorang denga lingkungan sekitarnya. Dalam proses pendidikan tersebut ada beberapa masalah pokok atau unsur utama yang harus ada, yaitu anak didik, pendidik, tujuan pendidikan, materi pendidikan, dan cara atau metode pendidikan.
Di samping adanya unsur pokok dalam pendidikan tersebut, para ahli juga membahas tentang kerangka dasar pendidikan, seperti prinsip tauhid, prinsip belajar sepanjang hayat, dan evektivitas pendidikan.Selain itu mereka juga membahas tentang ruang lingkup pendidikan, seperti aspek pendidikan akidah, pendidikan akal, pendidikan akhlak, dan pendidikan jasmani.


B. Unsur-unsur pendidikan
Unsur-unsur pendidikan melibatkan banyak hal yaitu:
1. Subjek yang dibimbing (peserta didik)
Peserta didik ini mempunyai status sebagai subjek, yaitu yang diberikan pendidikan. Pandangan modern cenderung menyebutkan demikian oleh karena peserta didik adalah subjek atau pribadi yang otonom, yang ingin diakui keberadaannya. Ciri-ciri peserta didik yang harus dipahami oleh pendidik adalah:
a. Individu yang memiliki potensi fisik dan psikis yang khas, sehingga merupakan insan yang unik
b. Individu yang sedang berkembang
c. Individu yang membutuhkan bimbingan individual dan perlakuan manusiawi
d. Individu yang mempunyai kemampuan untuk mandiri
2. Orang yang membimbing (pendidik)
Yang dimaksud pendidik adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan sasaran peserta didik. Peserta didik mengalami pendidikannya dalam tiga lingkungan yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat.Oleh karena itu yang bertanggung jawab atas pendidikan adalah orang tua, guru, pemimpin program pembelajaran dan latihan, dan masyarakat.
3. Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi eduktif)
Interaksi eduktif pada dasarnya adalah komunikasi timbal balik antara peserta didik dengan pendidik yang terarah kepada tujuan pendidikan. Pencapaian tujuan pendidikan secara optimal ditempuh melalui proses berkomunikasi intensif dengan manipulasi, isi, metode, serta alat-alat pendidikan.
4. Ke arah mana bimbingan ditujukan (tujuan pendidikan)
5. Pengaruh yang diberikan dalam bimbingan (materi pendidikan)
6. Cara yang digunakan dalam bimbingan (alat dan metode pendidikan)
Alat dan metode di sini diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan ataupun diadakan dengan sengaja untuk mencapai tujuan pendidikan. Secara khusus, alat itu untuk melihat jenisnya, sedangkan metode melihat efisiensi dan efektifitasnya.
7. Tempat di mana peristiwa bimbingan berlangsung (lingkungan pendidikan)

C. Fungsi Pendidikan
1. Pendidikan Sebagai Sistem
Pendidikan merupakan kegiatan yang kompleks, dan meliputi berbagai komponen yang berkaitan erat satu sama lain. Oleh sebab itu, apabila garapan pendidikan ingin dilaksanakan secara terencana dan teratur, maka berbagai faktor yang terlibat dalam pendidikan.Faktor tersebut meliputi tri pusat pendidikan, yaitu keluarga, Sekolah, dan masyarakat.Keluarga merupakan bagian dari jalur pendidikan luar sekolah yang di dalamnya menyelenggarakan dan memberikan keyakinan agama, nilai budaya, nilai moral, dan keterampilan. Begitu juga dengan sekolah, di sana peserta didik mendapatkan kurikulum-kurikulum belajar yang distandarkan dengan tingkatan mereka. Begitu juga dengan masyarakat yang selalu mempengaruhi proses perkembangan akhlak peserta didik. Oleh karena itu agar peserta didik mencapai tujuan pendidikan maka ketiga pusat pendidikan tersebut harus dimenej dengan baik oleh pendidik.

4.  Apa hubungan bagian dari tiap-tiap cabang Ilmu pendidikan?
Pendidikan mempunyai 4aplikasi ilmu yaitu: ilmu pendidikan teoritis, pendidikan sebagai disiplin Ilmu, pendidikan sebagai Disiplin Ilmu, Ilmu pendidikan Lintas Bidang, Ilmu pendidikan Praktis.
1.         Ilmu pendidikan teoritis
Mengapa disebut pendidikan teoritis?mendidik teoritis para cerdik pandai mengatur dan mensistemkan di dalam swapikirnya masalah yang tersusun sebagai pola pemikiran pendidikan. Jadi dari praktik-praktik pendidikan disusun pemikiran-pemikiran secara teoritis.Pemikiran-pemikiran teoritis inilah yang disusun dalam satu system pendidikan yang biasa disebut Ilmu Mendidik Teoritis. Pendidikan teoritis mencakup:
·         Filsafat pendidikan, teori paedgogi dan andragogy
Filsafat pendidikan,  adalah upaya mengembangkan potensi-potensi manusiawi peserta didik baik potensi fisik potensi cipta, rasa, maupun karsanya, agar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam perjalanan hidupnya. Dasar pendidikan adalah cita-cita kemanusiaan universal. Pendidikan bertujuan menyiapkan pribadi dalam keseimbangan, kesatuan. organis, harmonis, dinamis. guna mencapai tujuan hidup kemanusiaan. Filsafat pendidikan adalah filsafat yang digunakan dalam studi mengenai masalah-masalah pendidikan. Pedagogik merupakan ilmu yang membahas pendidikan, yaitu ilmu pendidikan anak. Pedagogik sebagai ilmu sangat di butuhkan oleh guru khususnya guru taman kanak-kanak dan guru sekolah dasar karena mereka akan berhadapan dengan anak yang belum dewasa. Tugas guru bukan hanya mengajar untuk menyampaikan, atau mentransformasikan pengetahuan kepada para anak di sekolah, melainkan guru mengemban tugas untuk mengembangkan kepribadian anak didiknya secara terpadu. Guru mengembangkan sikap mental anak, mengembangkan hati nurani atau kata hati anak, sehingga ia (anak) akan sensitif terhadap masalah-masalah kemanusiaan, harkat derajat manusia, dan menghargai ssesama manusia. Begitu juga guru harus mengembangkan keterampilan anak, keterampilan hidup di masyarakat sehingga ia mampu untuk menghadapi segala permasalahan hidupnya.Andragogi merupakan istilah istilah baru yang popular saat ini adalah teori belajar yang cocok dan tepat untuk orang dewasa.Istilah andragogi pertama kali dikenal melalui karya seorang ahli pendidikan Yugoslavia yang berjudul Adult Leadership (1968), yang artinya memimpin orang dewasa. Kemudian Malcom S. Knowles, dengan publikasinya yang berjudul Adult Learner: A Neglected Species.
Andragogi berasal dari bahasa Yunani, aner atau andr, yang berarti orang dewasa agogos, yang berarti mengarahkan/memimpin.Andragogi dirumuskan dalam suatu ilmu dan seni untuk membantu orang dewasa belajar.
·         Teori pengajar, kurikulum, evaluasi pendidikan
sebagai suatu konsep, mengajar memerlukan analisis, yang harus menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan teori-teori mengajar. Mengajar meliputi banyak jenis proses, perilaku, aktivitas, dan sebagainya. Oleh karena itu, konsep mengajar harus dianalisis untuk mewujudkan proses-proses atau unsure-unsur yang dapat mnjadi dasar teori yang sebenarnya. Analisis mengajar terbagi atas dua yakni :
Ø  Analisis  Menurut bentuk kegiatan Guru
Mengajar dapat dianalisis menurut bentuk-bentuk kegiatan guru karena guru terlibat dalam bermacam-macam kegiatan.Kegiatan guru meliputi kegiatan memberikan bimbingan, melakukan pencatatan, menjaga ketertiban dsb.
Ø  Analisis menurut bentuk tujuan pendidikan
Tujuan pendidikan biasanya dibagi dalam tiga ranah (domain), yaitu ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotoris.
Ø  Prinsip-prinsip mengajar
1.Prinsip Efisiensi dan Efektifitas
Prinsip efisiensi dan efektifitas maksudnya adalah bagaimana guru menyajikan pelajaran tepat waktu, cermat, dan optimal.Alokasi waktu yang telah dirancang tidak sia-sia begitu saja, seperti terlalu banyak bergurau, memberi nasehat, dan sebagainya.Jadi semua aspek pengajaran (guru dan peserta didik) menyadari bahwa pengajaran yang ada dalam kurikulum mempunyai manfaat bagi siswa pada masa mendatang.

·         Administrasi, teori psikologi, bimbingan dan konseling pendidikan
Dari pngertian pendidikan yang sangat luas yaitu bimbingan menuju kedewasaan sampai pengertian pendidikan yang menyempit hanya pada proses belajar mengajar di sekolah memiliki implikasi yang luas yang mencengkram dalam pemikiran-pemikiran pendidikan, sehingga kedewasaan dapat di artikan sebagai pengembangan pengetahuan, keterampilan dan sikap seorang individu. Dari hal tersebut, administrasi pendidikan memposisikan manusia dalam puncak, sehingga menjadi factor menentukan. Sejarah mausia dalam berorganisasi menunjukkan bahwa tidak adanya peran manusia akan menghancurkan system administrasi. Manusialah membuat system kebijakan, menata, mengkoordinasikan dan menilai segala aktifitas pendidikan.Pada dasarnya administrasi pendidikan merupakan penerapan pengertian administrasi dalam arti luas pada bidang pendidikan. Atau dengan kata lainadministrasi pendidikan merupakan upaya menerapkan kaidah-kaidah administrasi dalam bidang pendidikan. Pendidikan yang bermutu tidak cukup hanya dilakukan melalui transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi harus didukung oleh peningkatan profesionalitas dan teknologi tetapi harus didukung oleh peningkatan profesionalitas dan system manajemen tentang tenaga kependidikan serta pengembangan peserta didik untuk menolong diri sendiri itu dapat dilakukan melalui bimbingan konseling.
Dalam pendidikan terjadi proses manusiawi dan proses pemwarisan kebudayaan. Pendidikan merupakan kegiatan yang melibatkan banyak individu yang berprilaku pendidikan, seperti pendidik, peserta didik, pengelola pendidikan, administrator pendidikan, perencana pendidikanm peneliti pendidikan, dan lingkungan pendidikan
Beberapa konsep psikologi yang banyak memberikan kontribusi dalam pendidikan adalah: pertumbuhan dan perkembangan individu, perkembangan kognitif, moral dan social yang terjadi selaku anak didik, perbedaan individu-individu, keterkaitaan antara pembelajaran dan kognisi, motivasi belajar, prinsip-prinsip dan teori pembelajaran. Kegunaan psikologi pendidikan adalah membantu pendidik dan calon pendidik mengembangkan pemahaman yang lebih baik mengenal proses-proses pendidikan, terutama pembelajaran didalam kelas.
·         Teori social, antropologi, dan penelitian pendidikan
Sosiologi pendidikan merupakan ilmu yang memplejari tentang masyarakat. Focus kajian sosiologi pendidikan adalah pada struktur dan dinamika proses pendidikan. Struktur pendidikan, melingkari teori, system kebudayaan, struktur kepribadian dan interelasinya dengan tata social masyarakat.Beerapa ilmu yang bersubyek masyarakat, seperti hokum, ekonomi, politik, antropologi, geografi dan sosiologi tetapi mempunyai bidang telaah yang berbeda.Sosiologi sendiri berpusat pada struktur dam peran social yang terjadi di masyarakat. Pendidikan sebagai fungsi social yaitu pendidikan merupakan suatu cara yang dilakukan masyarakat dalam membimbing anak yang belum matang, sesuai bentuk serta susunan masyarakat itu sendiri. Jadi pendidikan itu memounyai atau memiliki fungsi untuk meneruskan, menyelamatkan sumber dan cita-cita masyarakat.Pengaruh social kehidupan.Pendidikan merupakan aspek kehdiupan, bila dalam kehiduoan terdapat bentuk dan system organisasi social seperti organisasi politik, ekonomi, kesehatan, keagamaan, dll.
Pada awalnya antropologi dipandang sebagai ilmu yang menggambarkan kebudayaan masyarakat yang ada di luar eropa. Bahan dasar pembentukan ilmu itu dikumpulkan sejak abad ke-18 ketika banyaknya cerita-cerita orang perorangan yang kebetulan bertemu dengan kelompok suku bangsa yang kebetulan bertemuu dengan kelompok suku bangsa yang kehidupannya amat unik.lebih khusus lag
Penemuan dan pengembangan ilmu pengetahuan dilakukan dengan penelitian ilmiah.Ilmu pendidikan sebagai salah satu disiplin ilmu pengetahuan juga dilakukan oenemuan dan pengembangannya dengan penilitian ilmiah atau yang lebih khusus lagi adalah penelitian pendidikan.
2.   Pendidikan Sebagai disiplin Ilmu
Mengapa disebut pendidikan sebagai disiplin ilmu?Karena ilmu ilmu yang termasuk ke dalam pendidikan ini didapat dari penemuan dan pengembangan. Ilmu-ilmu yang terdapat dalam disiplin ilmu antara lain:
·         Pendidikan agama, Akhlaq, nilai, bahasa dan kewarganegaraan
Pendidikan Agama
Pendidikan Agama Islam mempunyai keududukan yang penting dan strategis dalam pelaksanaan pendidikan disetiap jenjangya. Menurut Azra (1999:57) pendidikan Agama islam disetiap jenjangnya mempunyai kedudukan yang penting dalam system pendidikan nasional untuk mewujudukan siswa yang beriman dan bertaqwa serta berakhlak mulia.
Keberhasilan pendidikan agama merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintrah, keluarga, dan masyarakat. Hal ini ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 2 tahun 1989 tentang Sisrem Pendidikan Nasional pasal 26 ayat 1-2 bahwa “pada dasarnya pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah”
Akhlaq
Kata akhlak berasal dari bahasa arab, jamak dari “khuluqun” yang menurut bahasa berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabi’at. Menurut pengertian sehari-hari umumnya akhlak itu disamakan dengan budi pekerti, kesusilaan sopan santu.Khalq merupakan gambaran sifat batin manusia, akhlaq merupakan gambaran bentuk lahir manusia, seperti raut wajah dan boddy.
Akhlaq baik dan buruk
Persoalan dengan apa orang menentukan baik dan buruk ini, tidak hanya diperdebatkan oleh kalangan-kalangan yangberfahamsekularisme. Problem tersebut tidak terkecuali juga pernah menjadi bahan perebatan di kalangan ulama-ulama, hal ini karena adanya perbedaan persepsi dalam mengartikan baik buruk dari kalangan ulama ulama islam tersebut.
        Bahasa
Bahasa adalah sistem lambang bunyi ujaran yang digunakan untuk berkomunikasi oleh masyarakat pemakainya.Bahasa yang baik berkembang berdasarkan suatu sistem, yaitu seperangkat aturan yang dipatuhi oleh pemakainya.Bahasa sendiri berfungsi sebagai sarana komunikasi serta sebagai sarana integrasi dan adaptasi.
Bahasa adalah sistem lambang bunyi ujaran yang digunakan untuk berkomunikasi oleh masyarakat pemakainya.Bahasa yang baik berkembang berdasarkan suatu sistem, yaitu seperangkat aturan yang dipatuhi oleh pemakainya.
Secara sederhana, bahasa dapat diartikan sebagai alat untuk menyampaikan sesuatu yang terlintas di dalam hati.Namun, lebih jauh bahasa bahasa adalah alat untuk beriteraksi atau alat untuk berkomunikasi, dalam arti alat untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep atau perasaan.Dalam studi sosiolinguistik, bahasa diartikan sebagai sebuah sistem lambang, berupa bunyi, bersifat arbitrer, produktif, dinamis, beragam dan manusiawi.
Kewarganegaraan
Istilah kewarganegaraan memiliki arti keanggotaan yang menunjukkan hubungan atau ikatan antara negara dan warga negara.Kewarganegaraan diartikan segala jenis hubungan dengan suatu negara yang mengakibatkan adanya kewajiban negara itu untuk melindungi orang yang bersangkutan.Adapun menurut Undang-Undang Kewarganegaraan Republik Indonesia, kewarganegaraan adalah segala ikhwal yang berhubungan dengan negara.
Pengertian kewarganegaraan dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut:
a. Kewarganegaraan dalam arti yuridis dan sosiologis
- Kewarganegaraan dalam arti yuridis ditandai dengan adanya ikatan hukum anatara orang-orang dengan negara.
- Kewarganegaraan dalam arti sosiologis, tidak ditandai dengan ikatan hukum, tetapi ikatan emosionak, seperti ikartan perasaan, ikatan keturunan, ikatan nasib, ikatan sejarah, dan ikatan tanah air.
b. Kewarganegaraan dalam arti formil dan materil.
- Kewarganegaraan dalam arti formil menunjukkan pada tempat kewarganegaraan. Dalam sistematika hukum, masalah kewarganegaraan berada pada hukum publik.
- Kewarganegaraan dalam arti materil menunjukkan pada akibat hukum dari status kewarganegaraan, yaitu adanya hak dan kewajiban warga negara.

·         Pendidikan matematik, sains, Fisika, Kimia, Biologi, IPS, Ekonomi, dan bisnis
                    Pendidikan matematika di Indonesia berkembang sejalan dengan perkembangan pendidikan matematika dunia. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam proses pembelajaran dikelas, selain dipengetrahui oleh adanya tuntutan sesuai perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan juga sering diawali adanya perubahan pandangan tentang hakikat. Walaupun perubahan pembelajaranmatematika saat ini terjadi secara pelan-pelan,akan tetapi upaya-upaya untukmemperbaiki kualitasnya sesuai perkembangan yang terjadi di dunia mulai dilakukan sekalipun masih bersifat terbatas.
                    Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam merupakan pendidikan bidang studi dengan alam semesta serta segala proses yang terjadi didalamnya sebagi objeknya. Oleh karena itu perkembangan ilmu pengetahuan alam erat kaitannya dengan perkembangan teknologi, maka pendidikan ilmu pengetahuan alam berkaitan pula dengan perkembangan teknologi serta manfaatnya bagi masyarakat.Dalam pendidikan sains, bidang studi ini dapat dibahas secara terpadu dan dapat pula dibahas dalam disiplin ilmu secara terpisah.
                    Aspek aspek dalam kima, Kimia bukanlah ilmu disiplin yang berdiri sendiri, melainkan terkait dengan berbagai disiplin ilmu lain, keterkaitan kimia dengan ilmu lain terjadi karna 2 sebab. Pertama, adanya pengetahuan (konsep, hokum, dan teori) dari disiplin lain yang diaplikasikan untuk menjelaskn fenomena kimia. Kedua, pengetahuan kimia diterapkan dalam disiplin ilmu lain. Dalam pada itu tidak aneh bila ditemukan kaidah matematika dan fisika diaplikasikan dalam kimia, dan pada saat sama tidaklah sulit melihat aplikasi kimia dan bilogi, geologi, kedokteran, pertanian, dll.
                    Dasar konseptual tentang hakikat dan tujuan pendidikan IPS, perlu dirumuskan secara jelas  untuk memberikan arah konseptual bagi pengembangannya. Dasar konseptual yang paling tepat bagi kondisi dan kepentingan pendidikan di Indonesia, mesti diangkat dari realitas kondisi social budaya sebagai landasan pengembangan studi ini.Dasar konseptual rumusan pengertian pendidikan IPS, perlu dikembangkan agar dapat memberikan kejelasan bagi arah pengembangannya.Oleh karena itu tidak perlu dirumuskan dalam rumusan yang kaku, dam lebih menekankan keseragaman.
                    Merumuskan dasar konseptual pendidikan IPS di Negara kita, dihadapkan pada beberapa kesulitan, antara lain IPS itu sendiri diangkat meliputi berbagai mata pelajarann dan disajikan diberbagai jenjang pendidikan yang memiliki “model” dan “tradisi” yang berbeda sesuai dengan tujuan sesuai dari jenjang dan jenis pendidikan tersebut.
Di Indonesia pendidikan bisnis lebih kepada pendidikan kejuruan yaitu SMK.Pada masa ini ekonomi sedang tidak stabil, SMK dihadapkan pada lingkungan perubahan dengan berbagai tantangan dan kecendrungan. Perubahan struktur pasar akibat perubahan teknologi, akan mengubah tata cara operasi industry dan kompetensi bisnis.
Ada beberapa tujuan pendidikan di Indonesia adalah menurut para ahli di Indonesia Herbert Spencer yang diikuti oleh Nasution (1982:34) beliau mengemukakan pendidikan sebagai berikut:
1.         Self Preservation: manusia harus dapat menjaga kelangsungan hidupnya dengan hidup sehat, mencegah penyakit, hidup teratur dan sebagainya
2.      Securing The Necessities Of Life: ia harus sanggup mencari nafkahnya dan memenuhi kebutuhan hidupnya dengan melakukan suatu pekerjaan
3.      Rearng A Family: ia harus menjadi ibu atau bapak yang sanggup bertanggung jawab atas pendidikan anaknya dan kesejahteraan keluarganya
4.      Mainstaining Proper Social And Political Relationship: setiap manusia adalah makhluk social yang hidup dalam lingkungan masyarakat dan Negara.oleh karena itu harus pandai bergaul, rela bekerjasama dengan orang lain dan memenuhi kewajiban sebagai warga Negara
5.      Enjoying Leisure Time: ia harus juga sanggup memanfaatkan waktu senggangnya dengan memilih kegiatan dan kegairahan hidup.
                    Dunia pendidikan di Indonesia disiapkan hanya untuk menjadi pekerja baik di sekolah kejuruan atau pendidikan professional. Apabila pendidikan hanya untuk menjadi pekerja kita bisa melihat jum;ah angkatan kerja setiap tahun di Indonesia.
                     Ilmu ekonomi selain sebagai disiplin ilmu yang mandiri, juga merupakan salah satu bagian dari ilmusosial.Mempelajari suatu ilmu haruslah mengerti nilai khas atau karakteristik ilmu tersebut, begitu pula dengan ilmu ekonomi. Sebagai salah satu mata pelajaran yang diajarkan di bangku sekolah/ kuliah, bidang studi (ilmu) ekonomi memiliki persamaan dan juga perbedaan dengan ilmu sosial lainnya layaknya : ilmu politik, sejarah, psikologi, pend. kewarganegaraan, dsb.
                    Persamaan ilmu ekonomi dengan ilmu sosial adalah memiliki objek formal yang sama. Objek yang diamati/ dipelajari oleh semua ilmu sosial adalah manusia dan perilakunya.Melalui pembelajaran ilmu sosial, siswa diharapkan dapat mengembangkan kemampuan berpikirnya, dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.Hal ini juga berlaku pada mata pelajaran ekonomi.
                    Ilmu ekonomi memang berkaitan dan sangat berdekatan dengan ilmu sosial lainnya, bahkan seringkali bertumpang tindih dengan apa yang dipelajari oleh ilmu ekonomi. Perbedaan ilmu ekonomi dengan ilmu sosial adalah : memiliki objek material yang berbeda. Objek material/ inti permasalahan Ilmu ekonomi berupa kelangkaan, yaitu bagaimana manusia melakukan tindakan pemilihan atas berbagai keterbatasan dalam sumber daya ekonomi untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas baik dalam hal produksi ataupun konsumsi.
                    Ilmu ekonomi berkembang sudah sejak lama.Boleh dikatakan sejak 1776 ketika Adam Smith menulis buku berjudul The Wealth of Nations.Perkembangan ilmu ekonomi berlanjut tidak hanya sebagai ilmu yang kualitatif tapi juga kuantitatif, terbukti dengan terdapatnya cabang dari ilmu ekonomi yaitu ekonometrika.
·         Pendidikan sejarah, geografi, lingkungan hidup, pendidikan seni dan olahraga
Istilah “sejarah” berasala dari bahasa Arab, yakni darikata “syajaratun” yang memiliki arti pohon kayu.Pengertian pohon kayu disini menunjukkan adanya suatu kejadian, perkembangan atau pertumbuhan tentang suatu hal atau peristiwa dalam suatu kesinambungan.Dengan demikian pengertian sejarah dapat dipahami sekarang ini lebih banyak dari alih bahasa inggris yang berarti belajar dengan bertanya-tanya. Mengenai peran dan kedudukan sejarah, terdapat tiga peranan yang dimainkan: (1) sejarah sebagai cerita, (2) sejarah sebagai peristiwa (3) sejarah sebagai ilmu. Sejarah sebagai peristiwa merupakan sejarah sebagai kenyataan, karena didukung oleh fakta-fakta.
        Fungsi sejarah, fungsi sejarah sejak zaman kalsik para penulis sudah banyak memberikan penegasan bahwa sejarah selalu memiliki use value bagi kehidupan.Polybus mengatakan bahwa sejarah adalah philosophy teaching by example.Fungsi pertama, fungsi edukatif artinya bahwa sejarah membawa dan mengajarkan kebijaksanaan ataupun kearifan.Kedua, fungsi inspiratif artinya adanya mempelajari sejarah dapat memberikan inspirasi atau ilham. Ketiga, fungsi instruktif bahwa dengan belajar sejarah dapat menjadi berperan dalam proses pembelajaran pada salah satu kejuruan. Keempat, fungsi rekreasi artinya pembelajaran sejarah dapat terpesona oleh kisah sejarah yang menarik dan mengagumkan.
        Kata geografi berasal dari kata Yunani Geograohia.Istilah itu muncuk 300S, Geo artinya bumidan graphia adalah gambaran atau mencitrakan. Sesuai dengan cara berfikir geografi pun mengalami perkembangan, baik dalam hal teori, pedekatan maupun metode. Kedinamisan suatu ilmu tampak pula dari berbagai definisi sebagai refleksi dari objek dan hakikat suatu ilmu. Bintarto (1977) mengartikan geografi “ilmu pengetahuan serta mempelajari yang mencitra, menerangkan sifat bumi, menganalisis gejala alam dan penduduk serta mempelajari corak khas mengenai kehidupan dan berusaha mencari fungsi dari unsur bumi dalam ruang dan waktu”
        Berbicara tentang Geografi, pasti berhubungan juga dengan lingkungan hidup.Indonesia secara alamiah adalah negara pertanian dengan budaya pertanian yang kuat.Bertani, beternak, ber-buru ikan dilaut adalah keahlian turun-menurun yang sudah mendarah daging.Teknologi dasar ini sudah dikuasai sejak jaman nenek moyang.Karena budaya pertanian yang telah mendarah daging maka usaha pada sektor pertanian kita sebenarnya dapat dipacu untuk ber-produksi sebesar-besarnya.
        Luasnya lahan, cadangan air yang melimpah, dan potensi wilayah yang tersedia mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi yang mendukung men-jadi obsesi dalam menjadikan Indonesia sebagai pemasok hasil pertanian unggulan di kemudian hari.
        Indonesia memiliki potensi sumber-daya yang tidak akan pernah habis, dan akan tetap ada sepanjang usia alam itu sendiri yakni manusia,sinar matahari, ta-nah, hutan, dan laut. Manusia dengan akal dan budaya.
Sebagai unsur budaya, seni hadir atau diciptakan untuk memenuhi kebutuhan manusia baik lahir maupun batin. Sebuah unsur budaya akan tetap terpelihara keberadaannya jika unsur budaya tersebut masih berfungsi dalam kehidupan sosial. Dalam kehidupan sehari-hari kita dapat merasakan betapa kita sangat membutuhkan sarana berekspresi dalam menikmati keindahan bentuk.
3.      Ilmu pendidikan lintas bidang
Maksud dari bagian ilmu pendidikan lintas bidang adalah, ilmu-ilmu yang mempelejari berbagai macam ilmu.mata pelajaran itu mempunyai karakteristik yang berbeda sesuai disiplin ilmunya masing-masing. Siswa sebagai pembelajar diberi berbagai materi dari disiplin ilmu itu setiap hari sedikitnya menerima tiga atau lebih mata pelajaran dalam proses pembelajarannya. Seandainya setiap proses pembelajaran itu terdapat tugas dari berbagai mata pelajaran dengan berbagai variasi bentuknya, maka ada tiga tugas yang harus diselesaikan oleh siswa pada hari itu. Dengan demikian, hanya siswa yang aktif, kreatif dan cerdas dapat menyelesaikannya.Tidak menutup kemungkinan beban tugas ini terpaksa harus dikerjakan di rumah untuk penyelesaiannya karena waktu yang tersedia di sekolah terbatas.Pembelajaran akan lebih bermakna dengan merancang rencana pembelajaran lintas bidang studi. Merancang rencana pembelajaran bersama ini tidaklah semudah yang kita bayangkan.Banyak hal yang harus diperhitungkan seperti waktu, materi pembelajaran, strategi, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan disiplin ilmu masing-masing.Apalagi kalau guru tentunya berbeda sikap idealismenya.Untuk hal yang demikian, guru hendaknya bersikap lebih profesional, kreatif, inovatif serta memiliki sikap kebersamaan yang tinggi agar dapat melaksanakannya.
Adapun yang termasuk dalam ilmu pendidikan lintas bidang antara lain:
1.      Pendidikan keluarga, Multi Budaya, AUD, Dikdasmen
Pembahasan tentang Pendidikan Keluarga mengandung dua makna yang saling bertautan.Pertama : pendidikan Keluarga mengandung makna pendidikan didalam keluarga; yaitu pendidikan yang berlangsung didalam keluarga terhadap anak-anak yang lahir didalam keluarga. Kedua; pendidikan keluarga mengandung makna pendidikan tentang berkeluarga yaitu pendidikan tentang cara menyelenggarakan kehidupan keluarga untuk mencapai kehidupan keluarga yang sakina,mawaddah, dah warahmah.
Secar social psikologis, kehidupan keluarga merupakan basis kehidupan yang mestinya mempunyai kemampuan menghadirkan lingkngan sosio-psiko-fisik yang memadai bagi kehidupan bangsa dan bernegara.
Pengertian keluarga
Pengertian keluarga bukan rumah, karena rumah bisa dibuat “dengan tangan”, sementara (kehidupan) keluarga perlu dibangun dengan pikiran dan hati. Pengertian keluarga sebagai keluarga yang diharapkan secara social antropologis adalah lembaga atau instiutisi social yang mampu menumbuhkan pemenuhan tuntutan kebutuhan hidup manusia secara fisik, social, mental dan moral, sehingga diantara anggota keluarga lahir keterikatan rasa dan sikap dalam ikatan social psikologis di dalam tatanan norma dan system nilai sebagai manusia yang bertanggung jawab dan dapat di oertanggung jawabkan.
Pengertian keluarga ini ditata berdasarkan pemahaman gender sebagai pasangan manusia yang duduk sama rendah berdiri sama tinggi di dalam jalinan proses kehidupan “saling” membutuhkan di dalam hubungan mutualistic.
Fungsi keluarga
Secara mendasar fungsi keluarga itu diantaranya fungsi biologis, ekonomi, kasih sayang, perlindungan, sosialisasi, rekreasi, agama dan status keluarga.Keluarga sebagai suatu organisma mempunyai fungsi biologis.Fungsi ini memberi kebutuhan dasar seperti pangan, sandangm dan papan, dengan syarat tertentu.
-      Fungsi biologis ini mendasari fungsi reproduksi atau fungsi berkembang biak atau mengembangkan keturunan karena adanya ikatan perkawinan.
-      Fungsi ekonomi mempunyai hubungan yang erat dengan fungsi biologis terutama hubungan untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat vegetative seperti kebutuhan makan, minum, dan tempat berteduh.
-      Fungsi kasih sayang perlu terlaksana dalam kehidupan keluarga, karena keluarga itu sendiri adalah lembaga interaksi antar insani didalam ikatan batin yang kuat sesuai dengan status dan peranan social setiap anggota keluarga di dalam kehidupan keluarga itu.
-      Pelaksanaan fungsi pendidikan dalam kehiduoan keluarga bertautan erat dengan pelaksanaan fungsi perlindungan. Pendidikan dalam keluarganmerupakan bagian dari fungsi perlindungan terhadap anak dan anggota keluarga lainnya.Supaya anggota keluarga terhindar dari kebodohan, kemiskinan, dan hidup amoral.
-      Fungsi sosialilasi mempunyai pertautan yang erat dengan fungsi pendidikan dan perlindungan. Keluarga mempunyai tugas mengantarkan anggota keluarga khususnyaanak ke dalam kehidupan social. Keberhasilan hidup dalam masyarakat tergantung dalam memilih dan menafsirkan norma-norma yang hidup dalam masyarakat itu
-      Fungsi keagamaan harus dijalankan melalui pendidikan yang bernafaskan kehidupan “beragama”. Kehidupan beragama sangat penting, karena kehidupan ini dapat memberikan keseimbangan hidup pada manusia.Kehidupan beragama dalam kehidupan keluarga tetap menganjurkan bahwa kehidupan keluarga harus dikelola sedemikian rupa, sehingga keluarga menjadi tempat yang menyenangkan bagi setiap anggotanya.
-      Fungsi status keluarga fungsi yang perlu dijadikan acuan dan kriteria pengematan dan penilaian keberhasilan atau ketidak berhasilan pelaksanaan fungsi-fungsi keluarga yang lain di dalam menyelanggrakan kehdiupan sehari-hari.
Istilah “multibudaya” (multiculture) jika ditelaah asal-usulnya mulai dikenal sejak tahun 1960-an, setelah adanya gerakan hak-hak sipil sebaga koreksi terhadapat kebijakan asimilasi kelompok minoritas.Istilah multibudaya tersebut selalu melekat dengan pendidikan yang mempunyai arti luas meliputi any set of processes by which schools work with rather than against opperessed groups. Pendapat tersebut sejalan dengan pernyataanWill Kymlicka seorang professor filsafat yang menyatakan bahwa multibudaya merupakan suatu pengakuan, penghargaan, dan keadilan terhadap etnik minoritas baik yang menyangkut hak-hak universal yang melekat pada tiap-tiap individu maupun komunitasnya yang bersifat kolektif dalam mengekpresikan kebudayaannya.
Kata kunci dalam pendidikan multibudaya tersebut, yakni pengakuan adanya [erbedeaan dan penghargaan, dua kata yang selama ini sering dikontraskan.Karena itu dalam pendekatan multibudaya tidak sesungguhnya berlandaskan pada pemilikan yang mengisaratkan papda memiliki atau dimiliki budaya tertentu. Elemen-elemen pendidikan multibudaya, mencakup tiga yaitu:
a.      Menegaskan identitas kuktural seseorang, mempelajari dan menilai warisan budaya seseorang
b.      Menghormati dan berkeinginan untuk memahami serta belajar tentang etnik / kebudayaan-kebudayaan selain kebudayaannya
c.       Menilai dan merasa senang dengan perbedaan kebudayaan itu sendiri
Pendidikan multibudaya memang sepintas dalam banyak hal dapat menimbulkan rasa khawatir terhadap hubungan antara agama dan kebudayaan.Kekhawatiran ini sesungguhnya dapat dijawab sederhana; bahwa agama adalah ciptaan Tuhan yang permanen dan universal, sedangkan kebudayaan adalah buatan manusia yang temporal dan spatial.Seni merupakan ekspresi hidup dan kehidupan serta sumber inpirasi gerakan spiritual, moral, dan social dalam mencairkan ketegangan social.Dibalik keterbatasannya pranata lokalnya, seni juga mengandung makna universal yang dapat parallel dengan agama bagi keluruhan budi manusia.
Indonesia yang seacara konsepsional memliki motto “bhineka tunggal ika” sebagai falsafah kehidupan bernegera, secara teoretik dapat dikategorikan ke yang yang pertama.Pendidikan multibudaya sebetulnya sekarang ini sangat memungkinkan untuk berkembang terutama dengan berlakunya Undang-undang Otonomi daerah. Sebab dalam multibudaya,menuntut pengembangan lokal secara wajar serta tumbuhnya pemikiran yang sangat kaya dengan keunikan masing-masing budaya.
Pendidikan Anak Usia Dini dapat diartikan sebagai segenap upaya pendidik (orang tua, guru, orang dewasa lainnya) dalam memfasilitasi perkembangan dan belajar anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun melalui penyediaan berbagai pengalaman dan rangsangan yang bersifat mengembangkan.
Dalam pengertian PAUD tersebut terdapat beberapa gagasan pokok yang perlu dijelaskan lebih lanjut.
-          Pertama, aktivitas pendidikan tidak dibatasi secara sempit pada kegiatan belajar-mengajar dikelas, melainkan mencakup segenap aktifitas yang diarahkan untuk mendukung proses perkembangan dan belajar anak secara menyeluruh
-          Kedua, yang berperan sebagai pendidik tidak terbatas pada orang tua dan guru, melainkan bisa pula melibatkan orang lainnya yang ikut terlibat dalam proses pendidikan anak
-          Ketiga, sesuai denganistilah yang digunakan-usia dini, masa pendidikan dibatasi pada jenjang usia sejak lahir sampe 6 tahun.
-          Keempat, sasaran akhir dari PAUD adalah tercapainya perkembangan anak yangoptimal sesuai dengan nilai dan norma yang di anut melalui penyediaan berbagai rangsangan serta lingkungan dan pengalaman belajar.
Ringkasnya PAUD berfungsi sangat komperehensif; tidak saja berfungsi memberikan pengalaman belajar kepada anak dalam arti sempit, yakni terbatasnya kegiatan pembelajaran akademis, tetapi berfungsi secara luas dan menyeluruuh yang mencakup stimulasi seluaruh aspek perkembangan anak-intelektual. PAUD memiliki kontribusi yang sangat besar dan fundamental terhadap pengembangan kualitas sumber daya manusia, karena pada periode usia dini anak mengalami perubahan dan perkembangan yang sangat pesat dan bersifat melandasi bagi perkembangan anak berikutnya.
Pendidikan dasar: Peningkatan kualitas penyelenggaraan system pendiidkan dasar di masa depan memerlukan berbagai input pandangan, antara lain: gagasan tentang pendidikan dasar masadepan. Pada tahap awal, pendidikan dasar berusaha mengecilkan berbagai perbedaan yang alamai dari berbagai kelompok masyarakat, seperti: perempuan, penduduk pedesaan, orang miskin di kota. Pendidikan dasar pada waktu yang sama bersifat universial dan spesifik. Pendidikan  dasar harus memberikan hal umum yang mempersatukan semua manusia, sedangkan dalam waktu yang sama harus berkenaan dengan tantangan khusus dari setiap kelompok peserta didik yang sangat berbeda.
Pendidikan menengah: pendidikan nasional yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
·         Pendidikan anak berbakat, pendidikan perempuan, pendidikan umum, pendidikan kesehatan, pendidikan seks, dsb.
Secara alamiah, setiap anak bersifat unik, memiliki keragaman individual, berbeda satu sama lain dalam berbagai hal, seperti dalam hal kecerdasan, bakat, kepribadian dan kondisi jasmani. Berdasarkan keragaman karakteristik tersebut, perlu dipikirkan model pendidikan yang dapat memfasilitasi perkembangan anak sesuai dengan keunikan karakteristiknya.Dalam hal ini termasuk pendidikan bagi anak yang memiliki kemampuan unggul, atau anak berbakat.
Pendidikan diharapkan dapat menhasilkan wanita-wanita yang sholehah, cerdas, memiliki ilmu pengetahuan yang mumpuni dan sehat sehingga dapat memanfaatkan kemampuannya, bagi keluarga, masyarakat, dan bagi diri sendiri.
Pendidikan kesejahteraan keluarga merupakan disiplin ilmu diantara pengetahuan lainnya sebagai ilmu terapan yang mutidisipliner diantara kelompok ilmu ekstata dan ilmu social.Pembangunan masyarakat tidak mungkin dilakukan tanpa melalui pembangunan lembaga social terkecil, yaitu keluarga. Oleh karena itu, untuk menlahirkan suatu masyarakat yang sejahtera, harus diawali dengan menjadikan keluarga sebagai lembaga social terkecil yang sejahtera
Kesehatan merupakan hal yang amat penting dalam kehiduoan manusia sehingga tingkat kesehatan yang diwakili oleh angka harapan hidup menjadi salah satu indicator yang digunakan dalam indeks pembangunan manusia.
Pendidikan seks, topic ini dipilih karena sangat diperlukan orang banyak, dan juga mengingat masih sangat layaknya tulisan yang komperensif tentang pendidikan seks ditinjau dari beberapa aspek, dalam hal ini tulisan pendidikan seks ingin disoroti dari tinjauan biologis.
4.      Ilmu pendidikan praktis
Ilmu Praktis adalah satu konsep pelajaran yang bersifat realitas atau mengaplikasikan teori yang ada akan tetapi kebanyakan ilmu teori hanya dapat diperoleh melalui pengalaman dan eksperimen yang sebagian besar dilakukan untuk mengkonfirmasi apakah teori tersebut dapat diterapkan dalam kegiatan harian atau tidak, malah bersifat pendidikan sentris keterampilan hidup untuk periode jangka panjang.
Yang mencakup kedalam ilmu pendidikan praktis antara lain:
·         Paedgogi, andragogy, kurikulum, PBM, dan pengajaran
Sebelumnya kita sudah pernah membahas paedgigi dan andragogy dan kurikulum dibagian ilmu pendidikan teoritis. Perbedaan andragogy yang akan kita bahas disini adalah ilmu yang membahas pendekatan dalam interaksi pembelajaran antara pendidik dan peserta didik yang berusia dewasa. Andragogy adalah ilmu yang membahas pendekatan dalam interaksi pembelajaran antara pendidik dan peserta didik.
Sedangkan pedagogi dalam ilmupraktis lebih banyak membahas tentang pedagogy untuk anak berkebutuhan khusus, pembelajaran anak berkebutuhan khusus memerlukan pola tersendiri yang berbeda dengan pembelajaran untuk anak normal.Hal ini disebabkan adanya kelainan tersendiri yang berbeda antara satu dengan lainnya. Dalam penyusunan program pembelajaran untuk setiap bidang studi hendaknya guru kelas memiliki data-pribadi siswanya yang dimiliki dan tingkat perkembangannya

Selain paedgogi dan androgigi yang sudah pernah kita bahas di ilmu pendidikan teoritis, kurikulum di ilmu pendidikan praktis yang mempunyai arti sebagai inti pendidikan.Kurikulum merupakan bidang yang paling besar memberikan pengaruh langsung terhadap perkembangan peserta didik.Kurikulum dilihat sebagai dari tiga dimensi yaitu, sebagai ilmu, system, dan rencana.

Nama Dosen: Dirgantara Wicaksono
Matkul: Pembelajaran Pkn diSd

Tidak ada komentar:

Posting Komentar